Jakarta, NAWACITApost.com - Bona Taon atau yang secara harfiah berarti pangkal tahun adalah acara adat yang dilakukan sebagai bentuk penyambutan tahun baru dalam tradisi Batak. Meskipun terdapat kesamaan dengan tradisi Mangase Taon yang digelar di akhir tahun, Bona Taon memiliki ciri khas tersendiri yang tak kalah meriah.
Sebelum membahas lebih dalam mengenai Bona Taon, penting untuk mengetahui tradisi Mangase Taon yang menjadi inspirasi bagi perhelatan adat ini. Mangase Taon juga dirangkai Mangalat Horbo dan menjadi bagian dari budaya Batak yang diperingati di akhir tahun.
Mangalat Horbo sendiri memiliki arti "pembersihan" atau "penyucian" untuk membersihkan segala energi negatif yang terakumulasi sepanjang tahun. Pembersihan ini dilakukan dengan cara memandikan arca-arca leluhur yang ada di Horbo (rumah adat) dengan air yang sudah diberkati.
Tahun 2023 ini, Pomparan Raja Dohang Batubara, Boru dohot Bere se Jabodetabek akan menggelar Pesta Bona Taon, pada Minggu, 26 Maret 2023. Acara dimulai kebaktian puncaknya perayaan Bona Taon. Bertempat di Gedung 678, Jalan DI. Panjaitan No.I, Cawang, Jakarta Timur.
Dikutip dari Suaratapian.com dan SuaraTapian TV yang mewawancarai langsung Ketua Umum Raja Dohang Batubara Se-Jabodetabek, Ronald Batubara. Direktur Adminsitrasi dan Keuangan PT. Saranawisesa Properindo, ini mengajak seluruh pomparan Raja Dohang Batubara untuk jangan khawatir, sebab kekhawatiran dalam hati membungkukkan semangat.
“Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepadanya dalam doa dan permohonan,” Ujar Ronald Batubara
Demikian petikannya wawancaranya dikutip dari Suaratapian.com dan SuaraTapian TV
Apa yang berbeda di Bona Taon Batubara Se-Jabodetabek 2023 ini?
Tiga tahun selama pandemi kita tak mengadakan pesta Bona Taon, tapi tahun ini, tahun 2023, setelah pemerintah membuka PPKM, Punguan Raja Dohang Batubara mengadakan kembali Bona Taon. Acara yang diadakan di Bona Taon ini tentu seperti biasanya, ibadah Ucapan Syukur, Makan bersama, Manortor dan Door Prize.
Bagaimana persiapan yang dilakukan, apa saja kendala yang dihadapi mengingat keadaan belum terlalu pulih?
Jelas, Pesta Bona Taon 2023 sangat terasa bedanya dibandingkan Pesta Bona taon sebelumnya, mengingat tahun ini kita bisa berkumpul bersama-sama anggota Punguan setelah tiga tahun kita terbelenggu tak bisa bertemu dan berinteraksi dengan sesama keluarga akibat Pandemi Covid-19. Semua anggota punguan sangat antusias menyambut acara Bona Taon ini.
Apakah maknanya, sakral atau lebih bernilai dibanding acara lain terutama bagi orang Batak?
Pesta Bona Taon mempunyai makna yang sakral karena di Pesta Bona Taon ini kita mulai dengan Ibadah Kebaktian sebagai Ucapan Syukur penyertaan Tuhan di mana kita boleh melewati tahun 2022 dalam keadaan sehat, dan kita memohon Pertolongan dan Penyertaan Tuhan dalam. Menjalani Tahun 2023, juga memohon berkat atas pekerjaan dan usaha setiap anggota keluarga dalam Punguan tersebut.
Apa pesan moral Bona Taon Batubara 2023 ini untuk Pemuda Batubara, mengajak mereka memberi perhatian pada budaya, dan memperkenalkan mereka pada budaya Batak?
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya, maka kita pun sebagai Punguan Batubara mengajak, menghimbau dan memperkenalkan budaya Batak agar mereka dari muda sudah memberikan hati terhadap budaya Batak, hal itu terbukti dengan semakin banyaknya anggota pengurus dari kaum muda.
Lalu, bagaimana keterlibatan kaum muda Batubara di pesta budaya Bona Taon ini?
Dalam acara Pesta Bona Taon ini, kita memberikan ruang kepada Naposo melalui acara Manortor Naposo, membina anak-anak Sekolah Minggu dalam acara kebaktian, menerima tamu, juga terlibat menyiapkan pendataan anggota punguan secara digital.
Umumnya, perhelatan budaya seperti Bona Taon digelar sekali dua tahun dan itu pun juga jadi ajang pelantikan pengurus baru. Bagaimana dengan marga Batubara, apakah juga jadi ajang penggantian pengurus?
Biasanya ajang Pergantian Pengurus dilaksanakan bersamaan dengan Pesta Bona Taon. Pengurus Punguan Batubara, Boru dan Bere Periode ini sudah berakhir di bulan Agustus tahun 2020, namun karena kondisi PPKM akibat Pandemi Covid 1 di mana pemerintah melarang kegiatan berkumpul atau pesta, maka atas keputusan Penasehat dan Pembina Punguan, Pengurus yang lama diperpanjang masa baktinya hingga tahun 2024, untuk itu kami mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan Anggota Punguan yang memberikan hati dan pikirannya untuk bisa Menjadi Ketua Punguan di tahun 2024.
Tahun 2023 menurut pendapat beberapa ahli ekonomi, tahun ini menjadi tahun yang berat dan sulit, diprediksi terjadi krisis keuangan secara global. Sebagai Ketua Umum Batubara, apa yang Anda himbau untuk semua anggota teguh berpengharapan dan tetap berjuang di keadaan yang ada?
Seluruh dunia mengalami dampak akibat pandemi, demikian juga negara kita sedikit banyak akan mengalami dampak, kita sebagai warga negara Indonesia juga sebagai anggota keluarga dalam suatu punguan Batubara, harus bijak menyiasati, memanage dengan baik potensi ekonomi masing-masing keluarga, tetapi tentunya kita tak perlu khawatir menjalani hidup di tahun 2023 ini, kita harus yakin akan pemeliharaan Tuhan, seperti yang tertulis di Yesaya 41:10; “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan.”
: