news

Bertemu 50 pimpinan redaksi media sejatim, Anies Baswedan Jawab Semua Tudingan

Sabtu, 18 Maret 2023 | 13:47 WIB
Anies Baswedan berdialog dengan Pimpinan Media saat acara Chief Editors Metting yang digagas oleh Partai NasDem Jawa Timur, Jumat, 17 Maret 2023

Surabaya NAWACITAPOST - Puluhan wartawan senior Jawa Timur memenuhi undangan partai NasDem dalam Chief editors bersama Anies Baswedan, di Sangrilla hotel Surabaya, Jumat (17/3)

Disitu, calon presiden dari NasDem tersebut diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait dengan pencalonnya sebagai Presiden maupun isu terkini yang beredar.

Bahkan, beberapa redaksi tak segan bertanya menjurus hal-hal yang krusial, seperti hubungannya dengan Nahdlatul Ulama, Label Politik Identitas, Amerika-Tionkok, masalah ekonomi, pendikan hingga sepakbola.

“Saya akan menjawab semua pertanyaan besok dengan menunjukkan jawaban yang sudah saya kerjakan kemarin,” kata Anies.

Salah satu redaktur bertanya hubungannya dengan NU, pasalnya saat acara satu abad NU di Sidoarjo lalu Anies tidak terlihat di Stadion Gelora Delta.

“Bahwa kredibilitas jawaban itu pada rekam jejak bukan pada kata-kata, dan harusnya pertanyaannya adalah apa yang sudah saya kerjakan dengan NU di Jakarta dong, ” kata Anies.

Dengan NU Jawa Timur Anies mengakui bahwa dirinya tidak pernah berhubungan karena tugasnya selama ini lebih banyak di Jakarta.

“Teman-teman bisa bertanya dengan kawan-kawan aktivis NU di Jakarta bagaimana kiprah saya,” tambahnya

Terkait acara 100 tahun NU Anies menjelaskan untuk mengundang dirinya harus punya dasar. “Saya bukan pejabat, kalau diundang calon Presiden dari Nasdem nanti malah salah, Namun kita wajib bersyukur NU sudah berusia 100 tahun,” kata Anies.

Anies mengaku tidak diundang saat itu biasa saja namun saat acara puncak tersebut Anies mengaku berziarah ke makam salah seorang pahlawan Nasional dari NU di Jakarta dan tertembak karena melindungi Bung Karno di Istana.

Terkait dengan tudingan Bapak Politik Identitas, Anies menjawab tuntas tentang penyebabnya. Dan Anies mengaku penyebabnya adalah Pilkada 2017 Jakarta.

"Saya minta semua harus objektif, jika ada pemilihan di situ ada calon Laki-laki dan perempuan maka isu gender yang dominan, jika pilkada dengan calonnya salah satu suku seperti Jawa dan Sunda maka isu suku akan dominan. Jika calon satunya Muslim dan calon satunya Kristen maka isu agama yang akan dominan,” katanya.

Sehingga kedua belah yang mendukung akan berbicara soal isu Agama. Anies beranggapan hal tersebut merupakan penyakit bangsa karena jika salah satu kalah maka isu yang akan muncul karena menggunakan agama sedangkan pendukung yang menang akan menyatakan karena program.

“Jawaban saya terhadap itu semua terkait dengan label baik politik berbasis agama dan identitas tersebut apakah diwujudkan dalam keseharian selama 5 tahun saat bertugas. Monggo di cek di Jakarta apakah ada kebijakan yang tidak bersahabat kepada minoritas, apakah ada kebijakan yang diskriminatif ke salah satu agama. Kalau tidak terbukti maka tuduhan itu harus dicabut demi akal sehat. Kalau tidak ya kita tidak objektif lagi.” kata Anies.

Anies mengaku tidak terlalu khawatir dengan sejumlah label yang disematkan terhadapnya karena semuanya tidak berdasarkan dengan fakta. Label jika berbasis fakta itu wajib dikhawatirkan, namun kalau label tersebut berdasarkan sebuah kampanye komunikasi itu haram.

Teman-teman jauh lebih jago soal persepsi karena bekerja di media. Tapi saya meyakini lebih baik memilih persepsi berdasarkan fakta nanti sejarah yang akan membuktikan, daripada mengkonter statement dengan statement” pungkasnya. (BNW)

Tags

Terkini