Jakarta, NAWACITApost.com - Asap rokok dapat mengganggu kesehatan orang-orang yang ada di sekitar si perokok alias perokok pasif. Seperti diketahui, asap rokok yang menempel di baju masih akan berbahaya ketika terhirup, sekalipun rokok sudah diisap beberapa jam lalu.
Parahnya, asap rokok yang melekat pada pakaian dan badan dapat memicu timbulnya pneumonia pada balita. Pneumonia merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri, jamur dan virus. Sering disebut juga sebagai penyakit multifaktorial yang mengakibatkan sesak hingga kematian pada balita.
"Secondhand smoke lebih membahayakan anak dari pada orang dewasa," ujar praktisi kesehatan anak Achmad Rafli di Jakarta, dikutip dari Antara.
Dikutip dari Halodoc, sebaiknya hindari anak maupun bayi dari paparan asap rokok. Bayi, anak-anak, dan ibu hamil rentan terhadap gangguan kesehatan ketika terpapar asap rokok terus-menerus atau dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Rokok memiliki kandungan kimia yang sangat beracun di dalamnya. Asap yang dikeluarkan oleh rokok tentunya mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan bagi kesehatan, seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat pemicu kanker yang dikenal sebagai karsinogen.
Penelitian terbaru dari beberapa dokter anak menunjukan balita dapat menjadi perokok pasif yang membuat balita kerap mengalami batuk dan pilek berulang-ulang.
"Ini yang perlu kita edukasi untuk orang tua, bukan asap yang keluar dari mulut perokok yang berbahaya, tetapi asap rokok yang menempel di tubuh perokok itu yang sangat berbahaya," ujar Achmad.
Menurut dia, pneumonia pada balita dan dewasa berbeda. Pada balita konsepnya infeksi pada saluran nafas atas atau bawah akan berhubungan terlebih infeksi pada jalur alveolidan bronceolus.
Ada beberapa gejala umum yang terjadi saat Anda mengalami pneumonia:
- Demam tinggi, suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat CelciusDada terasa sakit dan sulit bernapas
- Penurunan nafsu makan
- Berkeringat
- Menggigil
- Detak jantung terasa cepat
Gejala tersebut umumnya akan terjadi selama 1-2 hari, tanpa penurunan gejala. Namun, kondisi ini bisa berbeda tergantung dari sistem kekebalan tubuh masing-masing.
Selain asap rokok, penyebab lain pneumonia antara lain gizi buruk dan penyakit jantung bawaan dari orang tuanya.
Achmad menjelaskan gejala yang paling mudah ditemui pada balita yang terkena pnemonia ringan adalah sesak nafas atau gangguan saat pengambilan oksigen dari paru-paru, hingga demam.
Bagaimana jika anak sudah mengalami gejala pneumonia? Achmad mengungkapkan, sebagai pertolongan pertama, orang tua bisa melonggarkan pakaian anak sehingga mereka bisa bernapas lebih lega.
Achmad mengungkapkan bahwa orang tua sebaiknya menghindari memberikan obat-obatan tradisional atau obat herbal secara sembarangan.
Dilansir dari situs Siloam Hospital, Ada beberapa vaksin yang direkomendasikan untuk mencegah pneumonia adalah vaksin flu, PCV, Hib, Pneumococcal polysaccharide, pertusis, dan cacar. Sementara untuk anak adalah pneumococcal conjugate vaccine (PCV 13). Sebagai alternatif, Anda bisa memilih pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV23) yang bisa diberikan untuk semua usia, mulai dari 2-60 tahun.