Karawang, NAWACITAPOST.COM - Dua orang mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal warga Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang menanggung rugi hingga ratusan juta rupiah akibat terjerat modus penggandaan uang yang dilakukan oleh kelompoknya Wowon Cs.Adapun kedua korban bernama Aslem dan Hana Patriningrum, warga Desa Kendal Jaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.
Pengakuan salah satu korban Aslem warga Kecamatan Pedes mengatakan, Wowon cs melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang. Walaupun uang ratusan juta raib, ia masih bersyukur karena lolos dari upaya pembunuhan keji para pelaku.
"Saya bersyukur selamat dari pembunuhan berencana oleh Wowon cs kini bisa berkumpul dengan sanak keluarga. Walaupun uang sekitar Rp 290 juta hasil keringat sebagai TKW raib, saya berharap bercita-cita akan membangun rumah impiannya," ungkapnya Aslem, Kamis (2/2/2023).
Menurut Aslem, ia kenal dengan komplotan Wowon cs berawal dari pertemuannya dengan Yeni di Dubai, yang merupakan istri dari Dede tangan kanan wowon. Dede dan Yeni merupakan suami istri yang berusaha menelepon korban atau aslem dan mengiming-imingi kepada Aslem.
"Kalau mau nitip uang ke aki aja nanti kamu bisa mendapatkan rumah, mobil atau uang yang berlimpah," ujar Dede kepada korban.
Dengan dasar dan tergiur iming-iming yang di tawarkan Dede kepadanya. Aslem kemudian mentransfer uang pertamanya senilai Rp 3 juta lebih kepada Deden yang di ketahui sebagai Aki alias Wowon.
Di bulan ke dua dan seterusnya hingga 6 tahun lamanya memberikan uang dari Rp 3-4 juta kepada Deden alias Aki alias Wowon.
Hari, bulan dan tahun berlalu , Aslem sudah tiga tahun bekerja dan di perkenankan cuti untuk bisa bertemu keluarga di kampung halamannya. Tapi Aslem malah pulang ke Cianjur lokasi di mana Wowon cs tinggal, Aslem menyaksikan beberapa ritual ritual yang katanya bisa menggandakan uang. Tiga bulan berlalu Aslem kembali lagi ke Dubai Tanpa memberikan kabar ke keluarganya di Karawang.
"Saya memberikan uang tiap bulan kepada Aki alias Wowon dengan cara transfer hingga tiga tahun kedepan. Disaat kontrak Aslem di Dubai sudah habis."
"Aslem pun pulang ke Indonesia ke rumah wowon di Cianjur karena di ancam oleh Wowon. Dengan perasaan yang takut aslem menurut saja dengan harapan uangnya bisa kembali," jelasnya.
Namun entah kenapa, Wowon meminta anak buahnya untuk menghabisi Aslem segera mungkin agar tipu muslihat Wowon cs tidak di ketahui oleh orang lain selain anak buahnya.
Namun anak buah Wowon tidak menghabisi Aslem dan malah mengantarkan Aslem ke kampung halamannya (Karawang).
Aslem juga menambahkan, ia merasa curiga dengan kondisi seperti ini. Dan mendapat info dan berita 3 orang tewas dan 6 orang tewas di rumahnya di Bekasi dan di Cianjur setelah pulang dari rumah Wowon cs.
"Kami sudah membuat laporan ke Polres Cianjur karena ingin uang yang disetorkan kepada Wowon Cs sejumlah ratusan juta bisa kembali," pungkasnya. (Nurjaya Bachtiar)
Pengakuan salah satu korban Aslem warga Kecamatan Pedes mengatakan, Wowon cs melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang. Walaupun uang ratusan juta raib, ia masih bersyukur karena lolos dari upaya pembunuhan keji para pelaku.
"Saya bersyukur selamat dari pembunuhan berencana oleh Wowon cs kini bisa berkumpul dengan sanak keluarga. Walaupun uang sekitar Rp 290 juta hasil keringat sebagai TKW raib, saya berharap bercita-cita akan membangun rumah impiannya," ungkapnya Aslem, Kamis (2/2/2023).
Menurut Aslem, ia kenal dengan komplotan Wowon cs berawal dari pertemuannya dengan Yeni di Dubai, yang merupakan istri dari Dede tangan kanan wowon. Dede dan Yeni merupakan suami istri yang berusaha menelepon korban atau aslem dan mengiming-imingi kepada Aslem.
"Kalau mau nitip uang ke aki aja nanti kamu bisa mendapatkan rumah, mobil atau uang yang berlimpah," ujar Dede kepada korban.
Dengan dasar dan tergiur iming-iming yang di tawarkan Dede kepadanya. Aslem kemudian mentransfer uang pertamanya senilai Rp 3 juta lebih kepada Deden yang di ketahui sebagai Aki alias Wowon.
Di bulan ke dua dan seterusnya hingga 6 tahun lamanya memberikan uang dari Rp 3-4 juta kepada Deden alias Aki alias Wowon.
Hari, bulan dan tahun berlalu , Aslem sudah tiga tahun bekerja dan di perkenankan cuti untuk bisa bertemu keluarga di kampung halamannya. Tapi Aslem malah pulang ke Cianjur lokasi di mana Wowon cs tinggal, Aslem menyaksikan beberapa ritual ritual yang katanya bisa menggandakan uang. Tiga bulan berlalu Aslem kembali lagi ke Dubai Tanpa memberikan kabar ke keluarganya di Karawang.
"Saya memberikan uang tiap bulan kepada Aki alias Wowon dengan cara transfer hingga tiga tahun kedepan. Disaat kontrak Aslem di Dubai sudah habis."
"Aslem pun pulang ke Indonesia ke rumah wowon di Cianjur karena di ancam oleh Wowon. Dengan perasaan yang takut aslem menurut saja dengan harapan uangnya bisa kembali," jelasnya.
Namun entah kenapa, Wowon meminta anak buahnya untuk menghabisi Aslem segera mungkin agar tipu muslihat Wowon cs tidak di ketahui oleh orang lain selain anak buahnya.
Namun anak buah Wowon tidak menghabisi Aslem dan malah mengantarkan Aslem ke kampung halamannya (Karawang).
Aslem juga menambahkan, ia merasa curiga dengan kondisi seperti ini. Dan mendapat info dan berita 3 orang tewas dan 6 orang tewas di rumahnya di Bekasi dan di Cianjur setelah pulang dari rumah Wowon cs.
"Kami sudah membuat laporan ke Polres Cianjur karena ingin uang yang disetorkan kepada Wowon Cs sejumlah ratusan juta bisa kembali," pungkasnya. (Nurjaya Bachtiar)