Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Media sosial kini sudah menjadi platform untuk mencari pekerjaan, bahkan tak jarang sebagian orang bisa mendapat penghasilan yang fantasis. Salah satu platform media sosial yang banyak digunakan yakni TikTok.
BACA JUGA : Viral! Kisah Menantu Selingkuh dengan Ibu Mertua Terjadi di Serang
Melalui aplikasi tersebut, fitur live banyak digunakan untuk berniaga memasarkan produk mereka. Namun, terdapat segelintir orang yang memanfaatkan fitur live tersebut untuk mencari penghasilan dengan cara berbeda.
Di antaranya mandi lumpur, guyur air, atau bahkan berenang di sungai yang alirannya cukup besar. Orang-orang yang merasa iba dan peduli akan mengirimkan stiker-stiker koin di live orang tersebut.
Makin lama, tren live di TikTok itu pun makin meresahkan. Pasalnya, tren tersebut membuat orang yang tampil di video harus berkorban tak hanya membuang rasa malu, tetapi juga mengotori diri mereka.
Salah satu pelaku sekaligus korban live mandi di TikTok ini adalah seorang nenek. Dalam videonya, nenek berjilbab hitam terlihat duduk di atas kursi plastik yang diletakkan di tengah kolam.
Tertulis di video, setiap mendapat gift dari penonton live-nya, nenek itu akan mengguyur badannya satu kali. Jika mendapat 100 gifts, ia akan mengguyurkan satu bak air ke badannya.
Lantaran berkali-kali mengguyur badan setiap mendapat hadiah alias gift, badan nenek itu pun basah kuyup. Alhasil, wajahnya pucat dan badannya bahkan sampai gemetar menahan kedinginan. Cara mencari uang lewat gift TikTok dengan menayangkan orang mandi secara live ini pun menimbulkan keresahan publik.
Apalagi, rupanya lokasi kolam itu tak hanya menayangkan nenek tersebut, tetapi terkadang juga orang lain, sehingga diduga pengelola akun mempekerjakan lebih dari satu orang untuk bergiliran live mandi di TikTok.
Bahkan di video live itu, banyak warganet yang ikut menonton demi memberikan komentar berupa larangan memberi gift agar kebiasaan live mandi di TikTok itu tak diteruskan.
Cuplikan video live mandi di TikTok yang diunggah akun @atorizzs pada Rabu (4/1/2023) itu pun disukai lebih dari 11 ribu akun, dengan kolom komentar yang dipenuhi kekhawatiran dari warganet.