Penegasan itu juga tertuang dalam undangan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang sempat tersebar. Dalam undangan itu terdapat tulisan pemberitahuan ‘Tanpa mengurangi rasa hormat, Mohon maaf kami tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun’. Pemberitahuan tersebut tertulis di bagian bawah kartu akses masuk di dalam surat undangan resepsi pernikahan Kaesang dan Erina.
Alasannya sendiri adalah demi menghindari gratifikasi yang rawan terjadi ketika pejabat menggelar hajatan.
Gibran yang merupakan anak pertama Jokowi, menyebut bahwa hal ini juga terjadi saat dirinya menikah dengan Selvi Ananda.
"Iya memang (tidak terima sumbangan) zamanku kan yo ora (tidak) menerima sumbangan, nggak ada sumbangan ya, nggak usah bawa sumbangan," kata Gibran ditemui di Balai Kota Solo dikutip dari detikJateng, Senin (5/12/2022).
Gibran mengakui bahwa status Jokowi sebagai presiden juga menjadi pertimbangan, Namun, initinya pihaknya tidak ingin merepotkan tamu undangan yang hadir. "Iya juga (karena Presiden), tapi intinya kita nggak mau merepotkan tamu yang kita undangan, kita didatangi tamu undangan bisa rawuh aja sudah seneng," ujarnya.
Selain itu, lanjut Gibran, dirinya menyebut kalau karangan bunga untuk pernikahan Kaesang dan Erina masih diperbolehkan.
"Ya minta doa aja, minta doa. Karangan bunga boleh, wis itu wae (udah itu aja). Kalau barang-barang, amplop nggak usah nanti malah merepotkan," jelasnya.
Hal serupa juga telah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menikahkan anaknya. SBY menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima bingkisan atau hadiah saat menikahkan anaknya Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa.
Alasannya karena SBY mengaku tidak ingin terkena fitnah yang berkaitan dengan gratifikasi. Sehingga ia meminta undangan yang hadir tidak memberikan hadiah dalam bentuk apapaun.