news

Mulai Dari Intimidasi Pemkab sampai Data Tidak Tepat Sasaran, Kepala Desa di Majalengka Menolak BLT BBM

Senin, 19 September 2022 | 09:46 WIB

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Kepala Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Kibagus Wardilah menolak Bansos BLT BBM. Data penerima bantuan dari pemerintah pusat itu dinilai kurang tepat sasaran.

Kibagus Wardilah mengatakan, data warga yang tercatat sebagai penerima BLT BBM ini masih sama seperti data penerima BPNT dan PKH.

Sehingga, dia berharap BLT BBM itu mempunyai data baru agar bantuan tersebut merata bagi seluruh rakyatnya.

"BLT BBM ini kurang tepat sasarannya. Data penerimanya masih sama dengan BPNT dan PKH, oleh karena itu saya tidak sepakat. Saya berharap bantuan subsidi BBM itu untuk warga yang sama sekali belum dapat bantuan," ujar Kibagus Wardilah, Sabtu (17/9/2022).

Soal data tersebut Kibagus juga menyinggung Dinas terkait yang dianggap tidak mau mengambil pusing. Ia meminta dinas juga meninjau kembali data penerima manfaat agar tidak dobel menerima bantuan. Dengan demikian pihak desa tidak menjadi kambing hitam warga.

"Penerima BLT BBM sesuai data BPNT dan PKH. Berati Dinsos tidak mau pusing, maunya data yang sudah ada. Dari 1130 KK yang dapat BLT BBM 326 KK. Kalau tidak dibagi rata berarti saya harus menahan kecemburuan sosial dari 804 KK," ungkapnya.

Hingga saat ini BLT BBM yang seharusnya sudah dibagikan kepada penerima manfaat, bantuan tersebut masih tersimpan rapih di kantor Kecamatan Jatitujuh.

Bahkan, lanjut dia, Ada indikasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Majalengka agar bantuan BLT BBM itu berjalan lancar, banyak para kepala desa mendapat intimidasi.

"Pemkab mengintimidasi semua Kuwu (Kepala Desa) untuk menerima bantuan, jika tidak maka akan ditutup semua bantuannya. Ketika konsekwensinya nanti benar-benar Pemkab akan menutup bantuan PKH dan BPNT. Saya akan ajak semua warga untuk berdemo ke Pemkab," tandasnya.

Tags

Terkini