news

Ratusan Hektar Sawah Terendam Banjir, Dua Tahun Para Petani Gagal Panen

Kamis, 8 September 2022 | 06:47 WIB

"Sebenarnya kita sudah menyikapi secara maksimal karena itu kan anggarannya besar, kalau memang belum dilaksanakan karena keterbatasan, dan pada saat itu seluruh kelompok tani juga ikut diundang," ujar Sartono.




-
Dokumentasi Sartono Kades Kedungglugu ketika musyawarah bersama para petani dan pihak terkait

Sartono menegaskan bahwa, masalah itu sudah sering dan berulang kali dibahas ditingkat RT hingga tingkat Desa, dan saat ini sudah tinggal menunggu pelaksanaan saja.


"Berarti mereka yang tidak paham, berarti tidak pernah ikut kumpulan," terang Sartono.


Tidak ketinggalan Harianto ketika diwawancarai jurnalis Nawacitapost.com mengatakan bahwa akibat dari gagal panen tidak bisa menjual hasil jerih payahnya sebagai petani, kerugian per hektar mencapai jutaan rupiah.


"Kalau normal saja ketika dijual diborong itu biasanya satu kotak/satu ru atau banon seratus bisa mencapai Rp 5.000.000 hingga 6.000.000, kalau posisi normal," kata Harianto.




-
Harianto pemilik sawah asal Desa Mabung, Kecamatan Baron, Nganjuk ketika diwawancarai oleh jurnalis nawacitapost.com yang memiliki lahan sawah di Desa Kedungglugu

Harianto menambahkan bahwa dirinya dengan banon sembilan ratus atau satu hektar + banon dua ratus, hanya mendapatkan sembilan sak gabah, dan kalau dijual tidak sampai Rp 4.000.000.


"Sementara modal per satu hektar itu kurang lebih Rp 10.000.000, sementara lahan sawah yang ada disini sekitar kurang lebih tiga ratus hektar, dan dua tahun terakhir gagal panen," imbuh Harianto.


Harianto berharap segera dibuatkan pembuangan air atau patusan, jadi disini saya mengistilahkan bisa makan tidak bisa Buang Air Besar, artinya kedatangan Air namun tidak ada pembuangan," pungkasnya ketika di gubuk.


Begitu juga salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya juga memberikan komentar bahwa dari dampak kerugian yang diakibatkan gagal panen banyak yang menjual harta benda yang dimiliki.


"Kita untuk bayar hutang modal untuk bertani hingga ada yang menjual Sapi, Kambing, dan kendaraan bermotor," kata masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.(Tim/Skr/Sin)

Halaman:

Tags

Terkini