news

Jalan Reformasi Polri Dapat Ditempuh Bersama Laku Spuritual Dengan GMRI

Senin, 5 September 2022 | 13:10 WIB


BANTEN, NawacitaPost.com - Sebagai bagian dari warga masyarakat, kasus   "Drama Dari Duren Tiga", sepenuhnya bisa dipercayakan kepada pihak Kepolisian untuk menyelesaikannya hingga terang benderang, tiada menyisakan  kesangsian bagi warga bangsa Indonesia. Karena menilik hasrat Polri sendiri ingin membersihkan diri   agar dapat mengukir sejarah yang baik jadi dikenangan warga bangsa Indonesia yang bercita-cita luhur, seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945 dan Pancasila. Secara filosofis percaya kepada Tuhan, berprikemanusiaan dan beradab serta damba terhadap persatuan bangsa dengan keyakinan bahwa semua berhikmat demi dan untuk keadilan seluruh rakyat.




Pada intinya, hidup bagi manusia sangat dipahami oleh setiap orang dengan penuh kesadaran, kelak hanya akan meninggalkan kenangan yang baik atau buruk bagi orang lain. Dan perbuatan buruk itu tidak akan dikenang, kecuali hanya untuk dicerca atau sekedar dijadikan contoh agar tidak ditauladani oleh generasi penerus.

Demikian juga bagi seseorang arau instansi yang bebal maupun menyebalkan, hanya akan mengundang hujatan belaka.

Reputasi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, sungguh tidak perlu diragukan. Karenanya sangat diharap mau mengambil jurus terpuji itu dengan membereskan semua penilaian negatif yang selama ini terus mencuat ditubuh Polri akibat dari perilaku oknum  maupun aparatur yang tidak patuh dan tidak taat serta abai kepada  tanggung jawab sebagai pengemban amanah yang telah dirlsumpah dengan kesaksian Tuhan.

Atas dasar itulah, selaku Kapolri pemegang kendali utama terhadap institusi utama  Kepolisian, Jendral Listyo Sigit Prabowo diharap mau dan mampu untuk melakukan pembenahan mendasar atau mereformasi tata kerja, loyalitas, komitmen serta melaksanakan tugas dan fungsi mulia Polri untuk menjaga rakyat hingga merasa  aman dan nyaman dengan memberi pengayoman dan pelayanan sesuai dengan status yang diemban sebagai abdi negara dan bangsa Indonesia tanpa kecuali.

Reformasi atau pembenahan di tubuh Polri itu, hendaknya dapat berpatokan pada nilai-nilai etika, moral dan budi pekerti yang luhur atau akhlak mulia yang berpedoman pokok pada ajaran dan tuntunan agama. Tidak kecuali apapun agama yang di keyakini maupun dipercaya sebagai pegangan atau pun panutannya.

Dalam konteks inilah, GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) tidak jemu dan lelah menggaungkan gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual, sehingga dapat diikuti oleh segenap anak bangsa tanpa membedakan suku, ras maupun agama, sebab laku spiritual sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan ini bisa dilakoni oleh siapa saja-- semua umat beragama-- sesuai dengan pilihan kepercayaan atau keyakinannya masing-masing.

Oleh karena itu, program Kampung  Tangguh yang sudah dirintis oleh Eko Sriyanto Galgendu sebagai  Ketua GMRI sekaligus penggerak warga di Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat bersama Polsek setempat dapat terus ditingkatkan daya rekat dan sinergi yang telah dibangun hingga mampu melahirkan kader-kader yang tangguh menjadi pioner penggerak dan penata mulai dari akar warga masyarakat paling bawah.

Konsep Kampung Tangguh tersebut disandarkan pada bisis ekonomi usaha Emak-emak dengan membuka warung makan murah, sekaligus membangun usaha mandiri yang dikelola secara bersama warga masyarakat setempat.

Idealnya, menurut Eko Sriyanto Galgendu yang menjadi penggagas juga pelopor aktivitas Kampung Tangguh ini dapat terus berkembang hingga tingkat Polres dan Kapolda. Bahkan GMRI Pusat pun, siap bersinergi dengan Mabes Polri di tingkat pusat. Hanya saja sampai hari ini,  sambutan maupun dukungan itu belum juga diperoleh, hingga GMRI bersama  segenap sahabat dan kerabatnya masih harus bekerja sendiri mensosialisasikan  program kerjanya itu. Padahal, sebagai mitra Polri untuk semua tingkatan, GMRI siap menjadi  motor penggerak, termasuk bersinergi dengan Polri dan rakyat.

Artinya, jalan menuju reformasi bagi Polri itu pun dapat ditempuh bersama GNRI dengan cara laku spiritual yang berpijak pada tatanan etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi.



Banten, 5 September 2022




Tags

Terkini