news

Dampak Persoalan PT Gunawan Fajar, Anak Usia 9 Tahun Jadi Korban Hingga Lapangan

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:07 WIB

Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Sudah menjadi kebiasaan anak diusia balita tidak bisa lepas dari rasa rindu dan butuh perhatian serta kasih sayang.

Sama seperti orang dewasa, anak pun bisa merasakan rindu yang membara, baik pada ayah atau ibunya yang sedang melakukan perjalanan dinas, serta kakek dan neneknya, bahkan ketika anak merasa sangat rindu dengan salah satu anggota keluarganya, bisa saja ia sampai sakit.

Pantauan jurnalis Nawacitapost.com pada Jum'at, (26/08/2022) ada anak kecil berusia sekitar 6 tahun yakni Safka anak dari Joko Wahyudi Ketua SBTP FSBI, yang berada di sekitar PT Gunawan Fajar yang berlokasi di Desa Jegreg, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Ternyata Safka yang berusia 9 tahun menurut Joko Wahyudi Ketua SBTP FSBI PT Gunawan Fajar yang tidak rela ayahnya pergi keluar rumah terus menerus dikarenakan adanya rasa rindu dan butuh perhatian serta kasih sayang.

"Sementara saya sebagai Ketua SBTP FSBI harus mendampingi kawan-kawan hingga hampir 24 jam ada di luar rumah untuk memperjuangkan hak-hak normatif sebagai pekerja/buruh atau karyawan," kata Joko Wahyudi.

Joko Wahyudi menambahkan ya kalau dibilang kangen dan kurang perhatian memang diakui bahwa dirinya jarang berada dirumah sejak kurang lebih 3 Minggu dikarenakan persoalan yang ada di PT Gunawan Fajar.

"Jadi saya itu sejak dikeluarkan sepihak oleh PT Gunawan Fajar jarang dirumah karena harus menggelar aksi solidaritas hingga mogok kerja dan aksi damai kemarin pada Senin (22/08/2022) untuk menuntut hak-hak normatif sebagai karyawan/buruh atau pekerja," imbuh Joko Wahyudi.

Joko Wahyudi menjelaskan bahwa kerinduan anaknya adalah bagian dari keterikatan rasa antara anak dan orang tua karena adanya persoalan ini dirinya lebih banyak waktu diluar rumah.

"Sebenarnya kalau pihak PT Gunawan Fajar komitment pada perjanjian awal dari hasil bipartite April 2022 lalu dan tidak berlarut-larut mungkin tidak akan seperti ini," ujar Joko Wahyudi.

Joko menegaskan bahwa anaknya menjadi korban rasa rindu yang mendalam dan kurang perhatian dampak dari persoalan yang ada di PT Gunawan Fajar yang sampai saat ini masih belum ada kepastian, belum lagi yang single parents atau janda dan punya anak," pungkasnya.(Tim/Skr/Sin)

Tags

Terkini