Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Sekitar 390 makam terpaksa harus dipindahkan karena adanya pembangunan Jalan Tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM). Ratusan makam tersebut terletak di Dusun Sumbersuko, Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, Gresik.
Penggali makam secara bergilir membantu proses pembongkaran makam. Selain itu, dilibatkan pula excavator kecil.
Dengan menggunakan bantuan alat eskavator, pemindahan sebanyak 390 makam warga itu dilakukan dengan sangat hati- hati. Jenazah- jenazah yang mayoritas sudah berwujud kerangka itu dipindah ke tempat pemakaman baru yang telah disiapkan dengan kompensasi Rp3 jutaan permakam.
Jasad yang sudah lama dimakamkan satu persatu dibawa oleh keluarga. Kepala Desa Lebanisuko, Mustofa mengatakan satu persatu makam dibongkar kemudian dipindahkan. Keluarga tidak ada pilihan lain.
"Tidak ada pilihan, mau tidak mau harus dipindah," terang Mustofa saat diwawancara, Sabtu (25/6/2022).
Sudah tidak ada protes dengan adanya pemindahan makam. Mustofa juga mengatakan warga tidak ada yang protes, karena sudah paham untuk kepentingan umum tol KLBM.
“Alhamdulilah tidak ada yang protes pemindahan makam," imbuhnya.
Kepala Desa (Kades) Lebani Suko, Mustofa kepada wartawan menjelaskan bahwa proses pembongkaran sebenarnya sudah berlangsung sejak Senin (20/6). Ada 26 orang warga yang dipekerjakan untuk melakukan pembongkaran dengan dibantu alat berat excavator. Satu persatu makam digali dan kerangka mayatnya dipindah ke pemakaman baru yang tidak jauh dari lokasi.
"Sebenarnya ada 35 orang yang mendaftar untuk kerja membongkar makam, namun tiba - tiba 9 orang mundur. Ada sekitar 390-an makam yang dibongkar karena lahannya terkena proyek Tol KLBM. Dipindahkan ke lokasi baru, setiap ahli waris mendapat Rp 3,090 juta permakam," kata Kades Lebani Suko.