news

Waspada, Risiko Reinfeksi Hepatitis Akut Pada Anak yang Sembuh

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:32 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat - Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan kemungkinan penyakit hepatitis akut menjadi pandemi relatif kecil.

Hepatitis akut misterius membuat masyarakat, khususnya yang masih mempunyai anak-anak usia sekolah menjadi lebih waspada.

Sejak terdeteksi pada awal April di Inggris, penambahan kasus terus terjadi. Berdasarkan data, kurang lebih ada 436 kasus hepatitis akut yang terkonfirmasi di 27 negara.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan, di Indonesia per 17 Mei 2022 terdapat 14 kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia.

Sebanyak 13 kasus merupakan pending classification, di mana 1 kasus di Sumatera Utara, 1 kasus di Sumatera Barat, 7 kasus di DKI Jakarta, 1 kasus di Jambi, dan 3 kasus di Jawa Timur.

Sedangkan 1 kasus probable pemeriksaan hepatitis A, B, C, dan E non reaktif, serta pathogen lainnya pun juga.

Usia rata-rata pasien hepatitis akut yakni 0-5 tahun sebanyak 7 orang, 11-16 tahun sekitar 5 pasien, dan 6-10 tahun 2 pasien.

Risiko terinfeksi ulang saat sudah sembuh kemungkinan bisa terjadi. Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut, 6 pasien meninggal dunia, sedangkan 4 orang lain masih dirawat.

Terdapat juga 4 orang pasien dugaan hepatitis akut yang sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan untuk kembali ke rumah.

“Ada 4 (pasien) yang sembuh, dipulangkan. Artinya dia memang sembuh, secara klinis tidak ada lagi keluhan dan secara laboratorium normal,” kata Syahril dalam keterangan pers, Rabu (18/05/2022).

Dia menegaskan, bahwa pasien hepatitis akut yang sudah sembuh tidak akan menulari penyakit tersebut kepada orang lain.

Akan tetapi, orangtua juga tetap perlu berhati-hati karena terdapat risiko reinfeksi atau anak terinfeksi hepatitis akut kembali.

“Sama dengan Covid-19 dulu, ‘Dok, apakah kalau sudah pulang apakah bisa terkena lagi?’ Bisa, ini juga bisa kalau ketemu lagi sumber penularannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, pencegahan merupakan hal yang terpenting untuk dilakukan agar anak yang sudah sembuh pun tidak mengalami hepatitis akut.

Tags

Terkini