Jakarta, NAWACITAPOST.COM – World Health Organization (WHO) menjelaskan cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.
Cacar monyet adalah penyakit zoonosis virus yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat dan kadang-kadang diekspor ke daerah lain
Cacar monyet biasanya muncul secara klinis dengan demam, ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis.
Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu. Kasus yang parah dapat terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, rasio kasus kematian telah sekitar 3-6%.
Monkeypox ditularkan ke manusia melalui kontak dekat dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau dengan bahan yang terkontaminasi virus.
Virus cacar monyet ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak dekat dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan, dan bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.
Presentasi klinis cacar monyet menyerupai cacar, infeksi orthopoxvirus terkait yang dinyatakan diberantas di seluruh dunia pada tahun 1980. Cacar monyet kurang menular daripada cacar dan menyebabkan penyakit yang kurang parah.
Vaksin yang digunakan selama program pemberantasan cacar juga memberikan perlindungan terhadap cacar monyet. Vaksin yang lebih baru telah dikembangkan yang mana telah disetujui untuk pencegahan cacar monyet
Agen antivirus yang dikembangkan untuk pengobatan cacar juga telah dilisensikan untuk pengobatan cacar monyet.
Gejala Cacar Monyet
Penderita penyakit ini biasanya dibutuhkan antara 1 dan 2 minggu setelah terpapar virus monkeypox, tetapi bisa memakan waktu hingga 3 minggu. Berikut adalah gejala cacar monyet, sebagaimana dikutip laman kesehatan Web MD:
- Demam
- kelelahan
- Sakit kepala
- Otot sakit
- Panas dingin
- Sakit punggung
- Sakit tenggorokan
- Batuk kering
- Pembengkakan kelenjar getah bening (cacar, meskipun serupa, tidak menyebabkan gejala ini)
- Kesulitan bernapas (dalam kasus serius)
Ruam Cacar Monyet
Satu sampai 3 hari setelah demam Anda mulai, ruam muncul. Biasanya dimulai di wajah Anda sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam lebih sering terjadi pada tangan, kaki, lengan, dan tungkai. Ini juga cenderung mengikuti pola tertentu: Lesi datar dan bulat (makula) tumbuh menjadi benjolan yang sedikit terangkat (papula), kemudian menjadi benjolan berisi cairan bening (vesikel). Ini kemudian berubah menjadi benjolan dengan cairan kekuningan (pustula) yang mengeras dan rontok.
Cara Pencegahan Monkeypox
Web MD menulis beberapa cara untuk mencegah penularan virus cacar monyet, berikut di antaranya:
- Jauhi hewan yang mungkin memiliki virus, terutama hewan mati di daerah di mana cacar monyet sering terjadi.
- Jauhi tempat tidur dan benda lain yang pernah menyentuh hewan yang sakit.
- Pisahkan orang atau hewan yang terinfeksi dari orang lain yang berisiko terinfeksi.
- Jika Anda harus dekat dengan hewan atau orang yang terinfeksi virus, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air.
- Gunakan alat pelindung seperti masker, kacamata pengaman atau kacamata, dan sarung tangan jika Anda tidak dapat menghindari kontak.