Jakarta, NAWACITAPOST.COM –Klepon salah satu jajanan tradisional yang masih digemari hingga saat ini. Bentuknya seperti bola-bola berwarna hijau, terdapat gula di dalamnya serta disajikan dengan balutan kelapa parut. Tekstur yang kenyal dan cita rasa manis klepon bisa disantap sebagai menu pendamping minum teh atau kopi di sore hari.
Dalam kelompok jajanan pasar klepon cukup populer sebab rasanya yang manis, harganya murah, dan mudah dicari di pasar-asar tradisional. Tapi dibalik khas jajan ini ternyata ada catatan sejarah yang dimiliki oleh salah satu jajanan tradisional ini.
Jajanan tradisional ini ternyata sudah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu. Mengutip dari Tirto.id Kue ini disebut klepon oleh orang-orang Belanda. Sejak 1950-an, klepon telah diperkenalkan oleh imigran Indonesia ke Belanda dan tersedia di berbagai restoran Belanda, Cina, dan Indonesia sebagaimana disebutkan dalam buku Indisch leven in Nederland (2006) milik J. M. Meulenhoff. Bahkan, klepon dijual di toko-toko dan supermarket di seluruh negeri.
Selain bentuk bulat, warna hijau, dan rasannya yang manis ternyata adanya hal tersebut juga punya makna masing-masing di dalamnya. Mengutip orami.co.id makna-makna dari jajanan tradisional ini yaitu:
- Bentuk bulat
Umumnya klepon berbentuk bulat tidak sempurna. Bentuk bulat ini melambangkan bahwa hidup seperti bulatan yang tidak diketahui mana ujung dan pangkalnya. Manusia tidak pernah tahu kapan dilahirkan dan kapan meninggal dunia. Bulatan tidak sempurna dan tidak rata menjadi simbol bahwa kehidupan manusia tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang pasti.
- Warna hijau
Warna hijau berasal dari bahan pewarna alami, seperti daun suji atau daun pandan. Warna ini melambangkan kehidupan, di mana seseorang harus menjaga hatinya agar tetap hidup. Dengan hati yang hidup, dia akan selalu berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan.
- Rasa Manis
Ketika disantap, klepon terasa manis. Rasa manis ini berasal dari isianya yang berupa gula aren atau gula Jawa. Hal ini melambangkan pentingnya manusia memiliki kebaikan hati. Walaupun tidak terlihat dari luar, kebaikan hati dapat dirasakan.
- Baluran Parutan Kelapa
Klepon dibalur dengan parutan kelapa yang melambangkan tahap kehidupan manusia. Kelapa dilapisi sabut dan batok yang keras. Setelah kedua lapisan ini dikupas, masih ada lapisan lain berupa kulit ari yang berwarna kecokelatan dan kehitaman. Di balik kulit ari terdapat daging buah kelapa, yang kemudian diparut dan dihaluskan untuk membaluri klepon. Seperti halnya dalam hidup, kita harus melewati beberapa tahap untuk mencapai sebuah kebahagiaan.
- Pembuatan Klepon
Tahapan dalam membuat jajanan ini juga menyimpan sebuah makna. Meski sederhana dan bahan mudah didapatkan, namun pembuatan tidak boleh sembarangan. Untuk membuat klepon yang lezat dibutuhkan kemampuan untuk mencampur bahan-bahan dengan takaran yang pas. Proses pembuatan klepon melambangkan pentingnya ketepatan, ketelitian, dan kesabaran dalam melakukan berbagai pekerjaan.