news

Jalan Nasional Kawasan Terdampak Tsunami Mentawai 2010 Belum Kunjung Diperbaiki

Selasa, 15 Maret 2022 | 16:03 WIB

Mentawai, NAWACITAPOST.COM - Tokoh masyarakat Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, Famahato Zalukhu  menyayangkan lambannya perbaikan jalan nasional Sagitsi-Bosua yang tak kunjung dilakukan perbaikan.

Padahal, akses tersebut, merupakan satu-satunya jalan penghubung antara kecamatan Sipora Selatan dengan Kecamatan Sipora Utara ibukota Kabupaten Kepuluan Mentawai.

“Ironis memang sepuluh tahun jalan ini belum juga ada perubahan. Jalan ini dibangun semenjak tahun 2012 pasca tsunami Mentawai tahun 2010. Akses ini juga sebagai salah satu jalur evakuasi bagi masyarakat yang masih bertahan dan tinggal di dekat pantai. Kita berharap, akses ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah pusat melalui Pemkab Mentawai,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi jalan saat ini yang berlumpur dan berlubang sangat menyulitkan masyarakat dalam melewatinya. Lebih-lebih memasuki musim penghujan seperti saat ini. Sementara, akses ini dimanfaatkan oleh warga tidak saja dalam hal membawa hasil pertanian, namun, juga untuk akses pengurusan administratif dan keperluan lainnya.

“Kalau kondisi saat ini dari Bosua ke pusat ibukota Kecamatan yang seyogyanya bisa ditempuh 1 jam, namun, karena kondisi jalan berlubang dan berlumpur bisa memakan waktu lebih kurang 3 jam. Kondisi ini, diperparah lagi di tiitik halan Loghpon menuju jembatan Sagitsi yang sering terendam akibat air pasang mencapai 50 sentimeter atau selutut kaki orang dewasa,” katanya.

Pejabat Penanggungjawab Kegiatan (PPK) Balai Jalan Nasional untuk wilayah Mentawai, Yames yang dihubungi wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa, tahun ini ada kegiatan rekontruksi jalan nasional di Katiet dengan nilai kontrak Rp 30,7 miliar. Di samping itu, juga ada pekerjaan rutin, seperti pengendalian tanaman, pembersihan saluran dan pembersihan jembatan.

“Tahun ini  ada rekonstruksi jalan sepanjang 5 kilometer di Dusun Katiet, desa Bosua. Selebihnya  pekerjaan rutin seperti pengendalian tanaman, pembersihan saluran dan pembersihan jembatan. Total anggarannya mencapai atau nilai kontraknya sebesar Rp 30,7 miliar,” ungkapnya.

Tags

Terkini