news

Optimis Kalahkan PDIP di Surabaya, Ini Argumen Gus Imin!

Kamis, 3 Maret 2022 | 23:55 WIB

Surabaya NAWACITAPOST – Kedatangan Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), terlihat membawa semangat yang luar biasa kepada seluruh Kader di Surabaya.

Selain agenda safari politik, Wakil ketua DPR RI ini juga didaulat meresmikan Rumah Mabes (Maju Bersama rakyat) yang rencananya akan menjadi posko pelayanan masyarakat.

Tampil sebagai Pembina Apel Persada DPAC, DPRt dan BANOM, Ia Optimis, di Pemilu 2024 akan memiliki Walikota, Gubernur dan Presidennya sendiri.

"Saya bersyukur, bangga, DPC PKB Surabaya saya monitor, saya amati, telah menjadi kekuatan baru yang kokoh dan siap tempur menghadapi pemilu 2024 yang akan datang." ungkap Gus Imin, dalam amanatnya di Kantor DPC PKB kota Surabaya Jalan Ketintang Madya Surabaya, Kamis 3 Maret 2022.

"Optimisme itu, karena kesiapan seluruh pengurus kader di Surabaya yang terus berinovasi untuk melakukan langkah langkah konkrit, " tambahnya.

Kepada seluruh pengurus se-Surabaya, Gus Imin juga menanamkan jiwa Peduli sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tulus serta kepedulian yang tinggi. Termasuk Rumah Maju Bersama rakyat ( Mabes ) dan kantor DPC PKB Surabaya ini hendaknya di gunakan untuk rumah rakyat serta masyarakat dan kegiatan kepemudaan.

"Dan kaum muda untuk berkreasi serta berinovasi dan dibuka peluang peluang untuk maju bersama, baik wifi harus disediakan serta jaringan network harus di persiapkan karena insyaallah kita akan menghadapi ekonomi bangkit pasca pandemi," ujar Gus Imin.

Ia menambahkan, gerakan ekonomi pasca pandemi seperti nama Partai kebangkitan bangsa ikut membangkitkan ekonomi pasca pandemi, tidak jalan lain kita harus bahu membahu dan gotong royong pasca pandemi.

“Untuk menjadi partai utama atau pemenang di tingkat nasional pada Pemilu 2024, PKB telah menyiapkan beberapa strategi yang jitu antara lain melalui serangan udara dan darat dan sangat membantu minimal juara dua,” ungkap Cak Imin.

" Kita punya tiga modal besar untuk menang, pertama Mandat Sejarah," katanya.

Sejak Mbah Hasyim (Hasyim Asya'ri Pendiri NU, red) mendirikan pesantren, dan mengumpulkan ulama hingga merangkum semuanya dalam Gerakan Nahdlatul Ulama, muaranya ada di Politik.

" Berarti, kita-kita inilah mandat utama perjuangan politik yang secara historis telah diwariskan hingga hari ini," ungkap cucu KH Bisri Syamsuri, salah seorang ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama.

Yang berikutnya adalah Mandat Sanab, yaitu nilai-nilai atau ajaran, Doktrin dan Tujuan. " Kita bukan Partai tanpa tujuan, kita bukan kumpulan orang tanpa arah. Kita bukan segerombolan orang yang hanya mengejar kedudukan dan materi seperti pasar kepentingan. Kita mempunyai tujuan untuk membangun peradaban dunia hingga akhirat. Ini yang membedakan kita," jelas Gus Imin.

" Insya Allah, kalau PKB Punya Presiden, Gubernur dan Walikota, rakyat akan makmur dan sejahtera," tegasnya.

Modal besar PKB untuk menang, menurut Gus Imin adalah memiliki SDM kader yang tahan banting.

" Modal kita cukup kuat, tapi kita sendiri kurang percaya diri," tegasnya.

Lanjutnya, SDM kita sangat luar biasa karena sudah ditempa oleh Zaman dan kehidupan sekaligus ajaran-ajaran yang luar biasa. " Jangan kalah dengan orang-orang yang hanya didoktrin dengan kehidupan Prakmatis, sepele dan tak punya tujuan. Kita lebih unggul dan lebih jelas tujuannya," tekannya.

" Jadi, siapkah kita memenangkan Presiden kita, Siapkah kita memenangkan Gubernur kita. Dan Siapkah kita merebut Walikota Surabaya!" pekik Muhaimin diiringi teriakan 'Siap...' oleh ratusan kader Surabaya yang hadir.

Sementara itu Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf menegaskan, nantinya ada 125 Kader PKB utama yang akan turun ke PAC maupun ke ranting untuk melakukan kaderisasi, bebarengan dengan itu kita juga lagi sipol secara internal.

" Partai PKB saat ini sudah masuk didalam Partai menengah, tentunya harapan kami menjadi partai utama / nasional kalau bisa harus menang minimal juara dua," ucap Musyafak Rouf.

Oleh karena itu, kita tidak bisa mengandalkan secara tradisional akan tapi harus ada gerakan gerakan yaitu seperti serangan udara maupun serangan darat.

"Serangan udara bisa meliputi media sosial (medsos), media cetak serta media online dan sebagainya termasuk doa Para Kyai serta para sesepuh dan ini termasuk sebagai serangan udara, hal itu tidak bisa di tinggalkan secara tradisional oleh Partai PKB," terangnya.

Lebih lanjut, karena memang berdirinya Partai PKB atas inisiatif para kyai yang mempunyai kharisma yang tinggi, untuk yang darat ya Istifar politik yang proposional seperti sekarang kita harus tampilisasi semacam kita membuat roadmap yang cukup realistis di tengah masyarakat,

"Gerakan door to door yang nantinya dengan satu kader dan kita dekatkan di masing masing dapil dan masing masing wilayah baik di PAC maupun DPD dan itulah yang harus kita siapkan, tidak banyak omong tapi banyak bekerja," pungkas Musyafak Rouf. (BNW)

Tags

Terkini