news

Keterbatasan Sarana, Mentawai Mampu Capai Vaksinasi 70,81 Persen

Rabu, 5 Januari 2022 | 10:15 WIB

Mentawai, NAWACITAPOST - Kerja keras Pemkab Mentawai bersama stakeholder dalam mewujudkan capaian vaksin minimal 70 persen sesuai intruksi Pemerintah pusat akhirnya bisa terwujud. Dimana,   Mentawai mampu mencapai angka vaksin dosis pertama sebesar 70,81 persen per 31 Desember 2021 kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, Senin (3/1/2021) mengatakan bahwa capaian yang berada pada urutan ke 11 di Sumatera Barat atau di bawah Kabupaten Pasaman tersebut, tidak terlepas dari kerjasama petugas bersama TNI-Polri. Meski sempat terkendala dengan sarana internet yang terbatas dalam pengiriman data vaksin melalui aplikasi P-Care, namun, berkat kerjasama Mentawai tetap bisa mencapai ambang batas tersebut.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama kita bersama, kita bisa bisa mewujudkannya. Tentunya, hal ini tidak terlepas dari dorongan dan semangat dari bapak Bupati dan Wakil Kepulauan Mentawai yang terus memberikan arahan agar capaian vaksin Mentawai minimal 70 persen bisa terwujud,” ungkapnya.

Meski terbatas sarana dan dipisahkan oleh pulau-pulau, namun, kata dia, Mentawai tetap bisa berkontribusi menyukseskan program nasional tersebut. Ke depan, kata dia, akan melanjutkan capaian vaksinasi sasaran di atas 12 dan sasaran usia 6 tahun hingga 12 tahun.

Di samping itu, terkait capaian vaksin dosis ke dua yang baru mencapai 39,92 persen, pihaknya mengaku, tetap berjalan sesuai jadwal pemberian vaksin masing-masing. Dia berharap, dukungan dari masyarakat untuk kesuksesan vaksinasi ini tersebut.

Sebelumnya, pihaknya mengaku sempat ada kecemasan apabila capaian vaksinasi minimal 70 persen tersebut, tidak bisa terealisasi. Dimana akan berimbas terhadap pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah pusat.

Tentunya, kata dia, dinas kesehatan Kepulauan Mentawai akan dinilai gagal, karena capaian vaksinasi belum bisa terwujud. “Memang sempat ada kecemasan dari kita, apabila capaian vaksinasi ini tidak terwujud yang berakibat pemotongan terhadap DAU. Tentunya, dinas kesehatan sebagai pelaksana juga akan dianggap gagal dan menjadi penyebab pemotongan DAU itu sendiri. Sekali lagi, kita bersama-sama akhirnya bisa mewujudkannya,” ungkapnya.

Terkait tren perkembangan Covid-19 di Kepulauan Mentawai, kata dia kini cenderung melandai. Pada tahun 2021 tren Covid-19 di Kepulauan Mentawai terjadi pada Agustus sebanyak 635 kasus.

Namun, pada September hingga Desember terus menurun. Dimana, saat ini, kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Desember 2021 hanya sebanyak 6 orang dan angka kematian sebanyak 2 orang.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet menyampaikan, ucapan terimakasihnya kepada seluruh stakeholder yang mendukung pelaksanaan vaksin di Kepulauan Mentawai. Menurut dia, tanpa dukungan dan kerjasama yang baik, Mentawai tidak bakal bisa mewujudkan itu semua. “Terimakasih kepada instansi vertikal yang telah mendukung tercapainya vaksinasi di Kepulauan Mentawai. Ke depan, kerjasama seperti ini mesti terus kita bangun dan kita jaga. Kepada masyarakat yang telah peduli vaksin saya ucapkan terimakasih. Kepada yang belum vaksin, segeralah ikut vaksin,” pungkasnya. (saohagolo)

Terkini