Nias Selatan, NAWACITAPOST - Baru 1 (satu) tahun dikerjakan, Proyek Pengaspalan Hotmix Ruas jalan Nasional Telukdalam-Gunungsitoli, Satuan Kerja Wilayah (SATKERWIL) 3 (Tiga) rusak parah, diduga pengaspalan Hotmix tersebut yang diperkirakan bernilai 29 milyar dipaksa dikerjakan pengaspalannya tanpa perkuatan bahu jalan dan landasan Aspal yg sangat labil atau tak kokoh, hal tersebut merugikan Pemanfaat jalan yakni masyarakat Pulau Nias yang pembangunannya asal jadi; diduga kerja tersebut dibiarkan Oleh SATKERWIL 3 (Tiga) Pak Dadam dengan tidak melakukan pengawasan secara maksimal.
Pihak Perusahaan melalui PT. RIUS SEJAHTERA dalam hal ini Faigiha Laia als A. Wati saat diwawancarai oleh awak Media, berkelit bahwa proyek tersebut dalam pemeliharaan sampai bulan April tahun 2022.
Pada Saat awak media konfirmasi melalui chat di WA kepada pak Dadam sebagai Satuan Kerja Wilayah 3 (tiga) menyampaikan, “Pekerjaan ini masih dalam pemeliharaan yang akan berakhir pada bulan maret tahun 2022 dan pada lokasi tersebut sudah saat ini tepatnya tanggal 23 desember yang lalu sudah dilakukan penutupan lubangnya, dan dari hasil evaluasi lapangan itu bukan karena kesalahan dalam pelaksanaan, itu akibat kondisi alam dimana pada daerah tersebut terjadi pergerakan tanah (jalan amblas),” Ujarnya
Pak Dadam sebagai Kepala SATKER WIL 3 (Tiga) melimpahkan tanggungjawab Perencanaan yg tidak profesional itu kepada P2JN (Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional) karena mereka yang bertanggungjawab.
Padahal, kalau pun nanti diaspal ulang diyakini akan rusak lagi karena struktur tanah yang tak diperhatikan, baik oleh konsultan dan pihak Satuan Kerja yg diduga main mata dengan pihak rekanan.
Salah seorang Tokoh Pemuda Nias, Mikael Halawa sebagai Aktivis Mahasiswa Nias Selatan, meminta kejaksaan Agung dan Kepolisian Republik Indonesia untuk memeriksa proyek yg dimaksud, disinyalir kuat selama 4 tahun berturut-turut.
Pihak Rekanan inisial FL alias AW adalah disinyalir merupakan pengusaha titipan orang-orang besar dari propinsi bahkan dari pusat sehingga proyek Pembangunan jalan Nasional selalu dikerjakan oleh Pengusaha asal Nias Selatan dengan Inisial FL alias AW serta proyeknya tersebut dari tahun ketahun tak pernah disentuh oleh Aparat Penegak Hukum. (Ed)