news

Pembangunan Pabrik Tepung Pisang Oleh Kemendes PDT di Bulasat Belum Ada Progres

Jumat, 31 Desember 2021 | 10:03 WIB
Mentawai, NAWACITAPOST - Pembangunan pabrik tepung pisang di desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan yang direncanakan mulai dibangun pada Oktober 2021 belum ada progres hingga saat ini. Masyarakat setempat masih menunggu tindak lanjut rencana pembangunan pabrik tepung pisang yang alokasi anggarannya dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal.

Camat Pagai Selatan Andar Sabelau kepada wartawan, Kamis (30/12/2021) mengaku, hingga sekarang belum mengetahui kejelasan pembangunan pabrik tepung pisang tersebut. Dia mengatakan, saat ini, masyarakat sudah menghibahkan tanah untuk rencana pembangunan pabrik tepung pisang tersebut.

Baca Juga : Profil Mutzaini Kalapas Bulukumba yang Baru


“Sejak kunjungan bapak Bupati pada tanggal 16 Juni 2021 bersama kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian ke Bulasat, hingga sekarang kita belum tahu tindak lanjutnya. Mungkin dari dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa menjelaskan,” ungkapnya.

Bupati Kepulauan Mentawai kala itu menilai, bahwa, dampak pembangunan pabrik tepung pisang tersebut, diyakininya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Di samping itu, kata dia, komoditi pisang juga bukan hal baru bagi masyarakat Mentawai, khususnya masyarakat Pulau Sipora dan Pulau Sikakap.

“Penunjukan desa Bulasat sebagai sentral pabrik pisang karena desa Bulasat berada di tengah-tengah pusat ibukota Kecamatan Pagai Selatan. Selain itu, juga didukung potensi komoditi pisang yang cukup banyak di kawasan tersebut, yang nantinya dapat memberikan nilai tambah, sekaligus untuk ketahanan pangan,” ungkapnya.

Kepala dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Mentawai, Hatisama Hura, Kamis, (30/12/21), siang mengatakan bahwa, pembangunan pabrik pisang di Busalat anggarannya dari Kemendes. Dia mengatakan,  hanya menyediakan administrasi yang berhubungan dengan pelaksanaannya dan juga lahannya sudah diserahkan oleh masyarakat.

“Tapi kalau pelaksanaan kegiatannya kami selalu menunggu realisasi dari Kemendes PDT. Secara spesifik  kita tidak tahu, sejak kunjungan mereka terakhir kami hanya menunggu kapan pelaksanaannya saja,” ungkapnya.

Terkait lokasi rencana pembangunan tepung pisang sendiri, dia mengatakan, itu sudah fik dengan masyarakat saat itu. Namun, saat ini pihaknya mengaku, belum mengatahui, bisa saja penghibah tanah berubah pikiran bila progres pembangunan terlalu. “Sampai sekarang memang belum tindak lanjut kegiatannya. Yang kita takutkan, bisa saja penghibah tanah berubah pikiran kalau pembangunan terlalu lama,” ujarnya (Saohagolo)

Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV 


https://youtu.be/ms1yixwh14Q

Terkini