news

Pemuda Kristen GAMKI Provinsi Kepri Gelar Kunjungan ke Rumah Doa yang di Bongkar

Selasa, 28 Desember 2021 | 20:16 WIB
Batam, NAWACITAPOST - Pemuda Kristen GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) Provinsi Kepulauan Riau ikut dalam penulurusn keberadaan rumah doa pospel anugerah yang mau di bongkar di Ulo Buton , Rempang Cane kecamatan Galang, Minggu (26/12/21).
Kehadiran GAMKI di tempat rumah doa adalah sebagai kepedulian sesama umat dan mencari tau informasi yang beredar adanya dugaan kelompok masyarakat dalam permintaan pembongkaran. Hal ini yang menjadi kekhawatiran semua pihak jemaat rumah doa, sebagaimana saat ini umat kristiani masih merayakan nataru sampai 2022, yang sudah seharusnya juga menjadi pengamanan pihak aparat.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari GAMKI Kepulauan Riau Wakil Sekretaris Bidang Politik Hukum dan Ham Asep Sinaga, S. H. Mengatakan "saya sangat menyayangkan kejadian seperti itu kembali terulang di kepulauan riau, sangat miris rasanya disaat warga dalam merayakan hari raya Natal, hari besar umat kristiani yang sangat sakral tersebut terganggu, terlebih lagi warga disana sangat antusias menyambut hari natal ini seperti yang saya tanyakan kepada salah satu jemaat di gereja tersebut pada tanggal 26 desember 2021 langsung di lokasi gereja tersebut, harapan saya, pemimpin kota batam dan pimpinan semua pemerintahan provinsi kepri sudah bisa melakukan Tim investigasi beserta jajarannya dapat memberikan kebijakan, keputusan dan ketegasan serta aturan yang lebih baik dalam hal perijinan rumah Ibadah dikota batam, karena saya rasa jika regulasi mengenai pendirian rumah ibadah tidak direvisi, peristiwa seperti itu akan terus berulang," ungkap asep.

Menurut penulusuran gamki kepri dengan berdialog dengan jemaat setempat dan mencari kebenaran di media sosial yang beredar, adanya proses mediasi yang dilakukan pihak gereja dan kelompok masyarakat membuahkan hasil yang memberatkan pihak gereja, adapun hasil kesepakatan juga lantaran pembongkaran rumah doa tetap dilakukan. Menurut keterangan jemaat gereja juga keberadaan tempat mediasi yang harusnya aman di kantor polsek, menjadi tempat kerumuman kekompok masyarakat yang menjadikan hasil kesepakatan dari tekanan lingkungan saat itu yang sudah tidak kondusif.

Hal ini juga yang menjadikan tim Gamki melakukan penelurusan, informasi yang didapatkan kehadiran mediasi saat itu menghadirkan pak camat, pak kapolsek, FKUB Kota Batam, serta para tokoh Agama, namun saat itu juga keterangan dari hasil mediasi final dihari tanggal 23 Desember saat itu juga, tanpa memberikan pihak rumah doa melakukan kordinasi terhadap gereja induk dari pospel gereja HKBP Anugerah untuk membuat rapat kordinasi, serta nantinya akan ada pembongkaran ditanggal 2 Januari dari hasil kesepakatan.

"Harapan kami semoga akan ada mediasi kembali antara kedua belah pihak rumah doa dan ormas yang bersangkutan untuk kembali mediasi, agar keinginan kedua belah pihak dapat diselesaikan secara baik - baik, jika memang letak serta pendirian rumah doa mengacu kepada SKB 2 mentri, sudah seharusnya pemerintah kota batam mengambil alih dan mencari tau semua rumah ibadah di kota batam untuk dapat menjadi perhatian dan melakukan sosialisasi kesemua pihak dan tidak hanya berhenti dalam kondisi proses semua hanya sampai diselesaikan di kantor camat, jika perlu ini semua harus dibawa sampai kepemerintahan kota hingga tidak ada pihak yang keberatan dan sudah seharusnya pihak camat dan polsek setempat Serta ini menjadi pandangan pemerintah provinsi kepulauan riau khususnya uda para pimpinan dan bidang - bidang terkait menjadi evaluasi agar tidak ada permasalahan kembali baik disemua kabupaten dan kota di kepulauan riau,” Ungkap Roynaldo Talutu, S. Kom selaku sekretaris daerah gamki provinsi kepulauan riau.



Hingga saat ini, jemaat masih terus melakukan kordinasi juga kesemua pihak, agar semua harapan yang baik bisa juga dirasakan bersama dengan masyarakat setempat.

Saat ini juga tim gamki kepri meminta semua pihak terkait untuk dapat menjalankan proses mediasi secara kondusif, semua diharapkan netral agar tidak ada dugaan yang terindikasi dengan intervensi dan aparat polsek juga mampu memfasilititasi semua proses mediasi secara nyaman dalam ranah wilayah galang.

Hadir dalam kunjungan tersebut sekaligus mendampingi sekretaris daerah roynaldo talutu perwakilan GAMKI, Cst pasaribu dan salah satu jemaat rumah doa, wakil sekretaris gamki kepri jose simatupang, S. T. Wakil sekretaris bidang politik hukum dan ham Asep Sinaga, S. H. Wakil sekretaris bidang maritim gamki kepulauan riau dan gmki batam. (Ar)

Terkini