Surabaya NAWACITAPOST - Di bulan Desember, jutaan masyarakat kristiani bersiap merayakan kelahiran sang Juru Selamat, Yesus Kristus, yang diperingati melalui hari Natal.
Demikian pula, nampak digereja-gereja maupun organisasi yang punya lembaga kerohanian Kristen sudah bersiap bahkan beberapa sudah melaksanakan ibadah perayaan Natal.
Seperti hari ini, Minggu 19 Desember 2021, DPD Partai NasDem Surabaya bersama Gereja Satu Jam Saja (GSJS) Grand City dengan penuh riang dan Khidmat menggelar ibadah perayaan Natal yang sudah dua tahun ini terpaksa tidak bisa dilakukan.
Meski masih dengan keterbatasan protokol kesehatan, perayaan Natal tetap digelar dengan meriah. Dan yang menarik, perayaan tadi sore ditutup dengan Doa dari pemuka lintas agama untuk pemulihan bangsa Indonesia pasca pandemi Covid-19 sekaligus untuk keselamatan bangsa ditengah banyaknya bencana yang terjadi.
Disela ibadah, NasDem Surabaya juga memberikan tali asih kepada keluarga dan korban Bom gereja Santa Maria tak Bercela yang terjadi pada tahun 2018 lalu.
Kesempatan mengharukan, salah seorang seorang korban memberikan testimoni terkait serangan Bom yang menyebabkan kematian dua putranya.
" Semua agama mengajarkan kebaikan, saya berharap tidak akan ada lagi kejadian bom di Indonesia, dan seluruh masyarakat dilandasi dengan cinta kasih," ujar Heni yang mengaku masih trauma dengan kejadian didepan matanya tersebut.
Selain pemberian tali asih kepada korban bom, partai yang dikomandani pengusaha media Surya Paloh ini juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Kamang Immanuel Jl. Kedinding Lor Surabaya.
Ditemui usai giatnya, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Surabaya, Robert Simangunsong menjelaskan bahwa hari ini ada dua giat yang digelar NasDem Surabaya untuk memperingati hari Natal yaitu Bakti sosial pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada 400 warga di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya dan perayaan Natal bersama jemaat gereja GSJS Grand City mall Surabaya.
" Gereja Santa Maria Tak Bercela kami pilih sebagai lokasi bakti sosial, karena gereja ini pernah menjadi korban aksi serangan bom bunuh diri pada 2018 lalu," ungkap Robert.
Kembali dijelaskan, rangkaian kegiatan ini juga merupakan upaya Partai NasDem turut serta mewujudkan negara Indonesia yang semakin aman dalam keberagaman agama.
“ Selain dari Nasrani, kita undang semua (tokoh agama, red) ikut berpartisipasi dalam doa lintas agama,” katanya.
Menurutnya, Hari Raya Natal merupakan bagian dari kehidupan berbangsa Indonesia. Begitu juga hari-hari besar agama yang lain, Islam, Katolik, Hindu, Budha, dan lainnya memiliki bagian berbangsa yang sama.
“Karena di negara ini, beragam agama, tapi kita satu dalam kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Terkait tali asih kepada korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela, Robert Simangunsong mengatakan, peristiwa bom Surabaya 2018 merupakan tragedi pedih bagi seluruh warga Indonesia. Karena itu ia berharap, peristiwa yang banyak merenggut korban jiwa itu tidak terulang lagi.
“Jadi, kita mengingatkan, agar peristiwa-peristiwa seperti itu (tragedi Bom 2018, red) tidak terulang lagi. Dari situ, seluruh pengurus Partai NasDem, baik dari Nasrani maupun beragama lain berbaur dan turut berperan membantu dalam Perayaan Natal,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Imam Syafi’i, Panitia Perayaan Natal DPD Partai NasDem Kota Surabaya.
Menurut anggota komisi A DPRD Surabaya ini, Partai NasDem adalah rumah besar bagi semua umat beragama. Sehingga partisipasi untuk kemeriahan Natal perlu dilakukan sebagai wujud persatuan dalam membangun Indonesia kearah yang lebih baik.
“Ini bagian dari kami, NasDem selalu hadir untuk melayani semua lapisan masyarakat," ungkap politisi NasDem yang juga menjadi pengurus di salah satu lembaga dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini.
" Harapan kedepan, kita dapat bersama-sama seluruh umat beragama kompak dan bersatu agar negara semakin sejahtera,” imbuh Imam.
Mantan Pimpred salah satu TV Nasional di Surabaya ini juga menyatakan, kegiatan bakti sosial kesehatan partai NasDem di Gereja Santa Maria Tak Bercela, telah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat umum.
“Tadi banyak yang hadir untuk memanfaatkan baksos kesehatan di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Ada jemaat gereja, masyarakat umum, termasuk juga para tukang becak yang mangkal di depan gereja,” jelasnya.
Secara tegas Imam menyampaikan, tragedi Bom di Surabaya pada tahun 2018 lalu berdampak luar biasa dan harus menjadi peringatan jangan sampai terjadi kembali.
“Kami, NasDem, tidak akan memberi ruang sejengkal pun untuk tumbuh suburnya radikalisme atas nama agama. Maka dari itu, NasDem akan berdiri di barisan paling depan untuk melawan segala bentuk kekerasan, khususnya yang mengatas namakan agama,” pungkasnya. (BNW)