Surabaya NAWACITAPOST - Di kawasan wisata religi Sunan Ampel telah ditemukan dua benda bersejarah yang diduga adalah struktur batu candi. Menurut beberapa ahli sejarah, Benda tersebut diduga adalah peninggalan pra Kerajaan Majapahit.
Dengan panjang sekitar 80 sentimeter, lebar 60 sentimeter, dan ketebalan 20 sentimeter, struktur candi berbahan batu andesit (padas).
Melihat langsung di lokasi, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengapresiasi takmir dan pengurus kawasan Wisata Religi Ampel yang masih menjaga benda-benda sejarah yang dapat digunakan untuk menyampaikan pemahaman tentang masa lalu kepada generasi mendatang.
“Ini menarik dan sangat tidak lazim adanya batu andesit di Surabaya. Harus kita kaji dan gali lebih dalam,” terang Thony dilokasi kawasan wisata Ampel, Kamis 16 Desember 2021.
Untuk penemuan ini, Ia mendorong Pemkot Surabaya untuk membuat museum di kawasan Wisata Religi Ampel atau paling tidak diamankan ditempat yang layak agar tidak rusak.
"Ini merupakan bukti-bukti sejarah yang mengintepretasikan masa lalu di Kota Pahlawan," kata Thony.
“Kita mendorong adanya museum di sini (Ampel). Bisa untuk wisata, ziarah, bahkan tempat kajian sejarah jadi semakin lengkap,” tambahnya.
Alumni Fisip UGM angkatan'94 ini menambahkan, benda-benda tersebut akan diidentifikasi oleh tim ahli cagar budaya (TACB) Surabaya dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan.
“Bisa saja benar masjid itu berdiri di atas tempat suci umat Hindu. Mohon masyarakat tidak memandang sebagai upaya penghilangan bangunan suci Hindu," tandas A.H Thony Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya. (BNW)