news

Masyarakat Liang Melas Datas Kabupaten Karo 'Tampar' Bupatinya

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:06 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Warga Liang  Melas Datas, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara yang mengirim jeruk tiga (3) ton ke Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Senin 6 Desember 2021. Sebenarnya pertemuan warga dengan Jokowi, terkait jalanan didaerahnya yang tak kunjung di perbaiki oleh bupatinya.

Baca Juga : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Gagal Berantas Premanisme di Wilayahnya?


Pasalnya, jalanan rusak tersebut, warga sudah melaporkan ke Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang. Mungkin diduga belum kunjungnya perbaikan jalanan rusak itu oleh pihak kepala daerah setempat. Sehingga warga tersebut langsung saja mengadu ke Jokowi.

Namun, begitu melihat warganya bertemu Jokowi dengan cara mengirim jeruk. Bupati Karo Cory Sebayang membantahnya, bahwa  pengiriman jeruk itu bukan bentuk protes terkait jalananan rusak di wilayahnya.

"Mereka memang hanya ingin dengan Pak Presiden," tutur Cory Sebayang   dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @jayalah.negriku, Rabu, 8 Desember 2021.

Cory melanjutkan, bahwa hal itu dilakukan warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, karena rasa cinta yang begitu besar terhadap Presiden. "Dia (warga) begitu cinta kepada Bapak Presiden. Karena jeruknya di sana banyak, diantarkannya jeruknya ini kepada Pak Presiden," kata Cory Sebayang.

Selain itu, dia juga mengonfirmasi bahwa permasalahan kerusakan jalan itu sudah dibicarakan dengan Pemerintah Provinsi (Gubernur Sumatera Utara).

Makanya kalaupun tidak dikomunikasikan kepada kami, soal pengiriman jeruk ke Presiden Jokowi, kami akan tetap memperhatikan daerah kami," ujarnya.

Diterimanya warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Menandakan ada sesuatu komunikasu terputus antara warga dan bupatinya. Pengiriman jeruk hanya sebuah pesan, bahwa kalau jalan tidak diperbaiki, maka hasil panen dari daerah warga itu, tak akan ada  pembeli atau mungkin investor yang datang dan menanamkan modalnya

Sebenarnya, warga sadar, bahwa jalan di desanya yang rusak itu, seharusnya cukup dilaksanakan oleh  pemerintah daerah setempat. Karena mungkin tak kunjung direspons, maka inisiatif warga langsung saja bertemu Presiden.

Pertemuan dengan presiden. Warga pasti menyampaikan soal jalan rusak yang sudah dilaporkan ke pemerintah daerah. Jadi, tak ujug-ujug (tiba-tiba) langsung laporan aduannya ke Presiden.

Pasalnya, warga tahu, bahwa Presiden Jokowi. Soal pembangunan infrastruktur, mengenal dengan keputusan prosedural bertahap. Tetapi, ketika mentok di kepala daerah, warga silahkan mengadukan kepada dirinya terkait kepentingan publik.

Tags

Terkini