Kapolres Metro Jakarta Pusat, Hengki Hariyadi menegaskan bahwa pihaknya hingga kini masih melakukan pencarian terhadap bandar narkoba yang telah menabrak JM. "Timsus itu terdiri dari personel Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Jakpus," ucap Hengki.
Baca Juga : Warga Tolak Proyek di Sungai Sowu, Amizaro Waruwu Memilih Bungkam
Sementara itu, kronologi kejadian dijelaskan Kasat Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga. Dia menjelaskan, insiden itu bermula dari pengembangan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Jakarta Pusat. Polisi kemudian mendapatkan petunjuk yang akhirnya mengarah kepada bandar sabu. Petugas kepolisian lalu menyamar dengan berpura-pura menjadi pembeli sabu.
Baca Juga : Kunjungan Pertama, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Orientasi di Mabesal Cilangkap
"Kami pun kemudian bertransaksi di daerah Cirebon itu," kata Panjiyoga saat dihubungi, Senin (22/11/2021).
Pada saat itu dua anggota polisi yang ditugaskan menyamar sebagai pembeli. "Saat akan melakukan transaksi, TO (target operasi) ini agak curiga, akhirnya dia melarikan diri. Kami cegat, anggota yang di depan (Iptu JM) ditabrak sama dia," kata Panjiyoga.
Kemdudian keduanya berupaya mengejar bandar narkoba tersebut. Pada akhirnya, polisi berhasil menemukan mobil yang digunakan bandar narkoba itu. Sementara itu, bandar narkoba yang berjumlah dua orang sudah meninggalkan mobil tersebut.
Barang bukti sabu sebanyak 35 kilogram yang ada di mobil itu menjadi bukti kuat untuk menangkap pelaku. "Mobil sudah ditemukan. Total ada 35 bungkus sabu yang kami amankan, per bungkusnya 1 kilogram," katanya.
Simak informasi menarik lainnya di Youtube NAWACITA TV
https://youtu.be/6CDBm6HUCc8