news

Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa Soroti Dinamika Musda HIMNI Jawa Barat

Selasa, 16 November 2021 | 14:09 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Pengamat Sosial-Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa ikut menyoroti situasi dan dinamika musda HIMNI Jawa Barat (Jabar) yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 20 November 2021 mendatang.

Baca Juga : Musda HIMNI Jawa Barat, Yusman Ziliwu Vs Januar Sabar Zebua Layak Berkompetisi di Pilkada Gunungsitoli 2024  



Menurutnya HIMNI sejatinya bukanlah organisasi politik dan terafiliasi pada kepentingan individu maupun golongan manapun karena dapat menggeser makna sesungguhnya dari tujuan berdirinya HIMNI.



"Agenda-agenda HIMNI ini sebenarnya tidak hanya ihwal politik praktis semata, ada aspek yang paling fundamental dan urgensi seperti Kesejahteraan, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Pengembangan Wilayah dan tentunya merawat Solidaritas Sosial, tidak akan keluar dari konteks ini," ucap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA saat dihubungi nawacitapost.com,  Selasa, 16 November 2021.

Lanjut Herry terutama dalam Musda HIMNI Jabar yang diselenggarakan minggu ini perlu pendalaman yang komprehensif dan taktis melihat substansi berdirinya HIMNI.

"Soal Musda HIMNI Jabar saya kira ketika diasosiasikan dengan orientasi politik individu akan cenderung bergeser pada nilai-nilai dan kepentingan individu itu sendiri. Substansi berdirinya organisasi HIMNI sebagai organisasi besar dengan tujuan yang besar juga menjadi kerdil dan sempit karena dimaknai politis saja," tuturnya.

Kendati demikian, Herry menegaskan bahwa hak politik itu merupakan hak demokrasi yang tetap dan melekat pada setiap individu termasuk kader HIMNI.

"Namun bukan berarti setiap individu dilarang berpolitik praktis apalagi di HIMNI yang membuka lebar kesempatan bagi setiap kadernya mengembangkan kapasitasnya," kata Herry.

Dia pun mendorong agar kemampuan kader HIMNI terdistribusi ke semua sektor.

"Justru sebagai insan atau kader HIMNI yang berorganisasi harus mampu mengkapitalisasi dirinya untuk terjun ke berbagai lintas sektor, bukan hanya politik," sambungnya.

Selain itu, Herry menyampaikan beberapa hal yang penting terkait kontestasi politik di Pulau Nias terutama Kota Gunungsitoli pada pilkada mendatang.

"Kemampuan memimpin wilayah seperti Kota Gunungsitoli sebaiknya tidak hanya bermodalkan memimpin organisasi HIMNI saja, ada aspek-aspek yang penting yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan seperti kemampuan komunikasi publik, pengalaman dan intergritas, kecakapan terhadap pendalaman dan asesmen serta pemetaan persoalan dan inovasi hingga jaringan dan dukungan eksternal perlu dielaborasi dengan baik," ujar Herry Mendrofa.

Tags

Terkini