Disesi dialog, beberapa warga menyampaikan aspirasinya, yang terbanyak adalah masalah dana hibah dan pembangunan fisik.
Yang menarik, usulan warga terkait bantuan kepada para janda dan protes kurikulum pembelajaran yang selalu berganti setiap tahunnya.
" Kalau bisa kurikulum ditetapkan secara baku seperti dulu ada CBSA, sehingga bisa mengurangi biaya buku yang saat ini selalu berganti, tidak bisa dipergunakan oleh saudaranya, " Kata warga.
Kemudian, ada juga warga yang menagih janji pemasangan pipa gas.
" Kami berharap agar Dewan bisa mengawal dan mensupport. Syukur-syukur bisa gratis pak, " katanya.
Menjawab hal ini, dengan canda hari menanyakan terkait bantuan untuk janda.
" Iki janda seng endi bu, ojok rame-rame akeh warga, " Ungkap Hari Santosa dengan khas Suroboyo nya.
Kalau masalah kurikulum, Hari mengaku harus ada kepastian tidak ada perubahan tiap tahunnya. " Ini adalah kebijakan dari pusat, tapi akan segera kami bahas bersama dinas pendidikan, " Katanya.
Untuk pemasangan pipa gas, Hari berujar bahwa ini adalah kewenangan pemerintah provinsi.
" Tapi tetap kita kawal, agar tidak ada kendala di masyarakat, " Tegas Hari Santosa. (BNW)