Surabaya NAWACITAPOST - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti menyatakan penyusunan APBD kota Surabaya tahun 2022, dilakukan penuh optimisme.
" Ini adalah APBD optimis, untuk membangun optimisme setelah masa pandemi Covid-19," ungkap Dewan dari Fraksi PKS ini usai gelaran rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Pemerintah kota Surabaya, Rabu 6 Oktober 2021, petang.
Tentunya, diharapkan bisa terealisir sehingga penanganan Covid tetap menjadi hal yang penting kedepan.
Salah satu anggaran yang dianggap membangun optimisme adalah sentuhan APBD 2022 terhadap pembiayaan pendidikan untuk warga Surabaya usia SMA/SMK.
" Di rapat Banggar yang kedua kemarin, saya menyampaikan agar SMA/SMK itu disentuh pembiayaannya melalui APBD. Kenapa? sejak 2017 sampai sekarang, memang provinsi membiayai tetapi fakta dilapangan kita menemui masih banyak anak Surabaya yang kesulitan didalam pembiayaan sekolahnya," terang Reni.
Jadi, ini adalah pendekatan personal sebagai bagian warga Ssurabaya. " Sama halnya saat kita membantu pada anak kuliah," lanjutnya.
" Sejak 2017, kita sudah suarakan hal ini, dan Alhamdulillah kemudian tadi Pemkot menjawab dan menganggarkan 47,7 miliar," akunya bangga.
Reni mengaku hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat kota Surabaya. " Semoga hal ini semakin meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM, red) di kota Surabaya," kata Reni.
" Karena bicara pendidikan adalah bicara kualitas hidup," tegasnya.
Apalagi, masih Reni, jika dikaitkan dengan pencanangan 'Surabaya Kelas Dunia', kalau problem pendidikan di tingkat SMA saja tidak teratasi, maka hal tersebut tidak akan tercapai. "Nantinya, angka putus sekolah sudah tidak akan ada lagi di Surabaya," tegas Reni kembali.
" Paling tidak, anak Surabaya bisa sekolah tidak hanya SMA/SMK tapi Lek isok sampek Sarjana (kalau bisa sampai sarjana, red)," imbuh Reni Astuti dengan dialek Surabaya-nya. (BNW)