Surabaya NAWACITAPOST - Sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap konstituennya, menjelang HUT Partai Golkar tanggal 20 Oktober, Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni menerbitkan buku berjudul “Dua Tahun Bersama Rakyat”.
Cak Thoni sapaan Ketua DPD sekaligus Fraksi Golkar DPRD Surabaya ini mengungkapkan, Buku yang akan diterbitkannya memang sengaja dibarengkan dengan HUT Partai Golkar yang ke-57.
Beragam strategi dan taktik politik Partai Golkar yang berbentuk keputusan partai, maupun eksplorasi pribadi sebagai pengembangan visi misi partai, dituangkan dalam sejumlah program partai, disampaikan dalam buku tersebut.
Selain itu, berbagai kebijakan partai juga diimplementasikan Fraksi Golkar, sebagai wakil rakyat di DPRD Surabaya. Sehingga Partai Golkar menjadi partai moderen di Surabaya, dan banyak diminati masyarakat dari berbagai golongan.
”Ini pertanggungjawaban saya kepada pemilih, terutama mengenai apa saja yang dilakukan selama memegang amanah sebagai Anggota DPRD Surabaya,” ujar Thoni pada Selasa 5 Oktober 2021.
Menurutnya, jarang ada legislator yang berani memaparkan kepada publik terutama konstituen mereka, mengenai sepak terjangnya selama menjabat sebagai wakil rakyat. Sebagai dampaknya, masyarakat menjadi bingung terhadap kerja-kerja kedewanan terutama yang berkaitan dengan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) yang harus diemban.
”Jadi wajar kalau ada sikap pesimistis warga terhadap kerja anggota dewan, karena memang tidak pernah memberikan pertanggungjawaban secara terbuka, kebanyakan yang dianut sebatas pertanggungjawaban kepada partai pengusung. Ini kita ubah, Golkar ke depan semua wakil rakyatnya khususnya Surabaya harus berani bertanggungjawab kepada masyarakat, terutama para pemilih mereka,” kata Thoni.
Thoni menjabarkan, pertanggungjawab tersebut justru berdampak positif, karena akan banyak masukan dan koreksi terkait kerja-kerja yang harus dilakukan.
”Dan ini budaya baik, anggota dewan harus mau dikoreksi,” tegasnya.
Thoni menambahkan, buku yang akan dicetak 10 eksemplar tersebut juga menceritakan, berbagai gebrakan yang dilakukannya selama menjabat Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Anggota DPRD Surabaya.
Mulai dari menyikapi persoalan seni dan budaya, pemulihan ekonomi dan masa pandemi dan penyikapan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah selama PSBB, PPKM, termasuk penolakanya terhadap sanksi untuk warga pelanggar protokol kesehatan (Prokes), serta program-program Partai Golkar dalam menangani wabah COVID-19 dengan gaya gembira dan pendekatan humanis.
Tidak hanya kritik kepada pemerintah, Thoni dalam bukunya juga menunjukkan kolaborasi program Partai Golkar dengan Pemkot Surabaya di berbagai sektor.
”Masalah kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan menjadi isu paling rawan selama COVID-19 mewabah. Ini menjadi perhatian serius kita dan gayung bersambut berbagai program Partai Golkar ternyata sinkron dengan apa yang sedang dilakukan Pemkot Surabaya,” ujarnya.
Dia menyontohkan, pengembangan UMKM di masa pandemi, sesuai dengan program Pemkot dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk dan berbagai program lainnya.
Posisi Thoni yang duduk di Komisi A DPRD Surabaya (Bagian Hukum dan Perizinan) membuat sorotan terkait kebijakan-kebijakan Pemkot, terutama dalam iklim dunia usaha cukup tajam. Berbagai pelanggaran perizinan, tak luput dari ulasan dalam bukunya.
”Ini memberi gambaran bagaimana pembangunan Surabaya harus progresif. Jadi selain kita memberi masukan (kritik), juga memberi support sepanjang baik bagi masyarakat,” lanjutnya.
Sementara dari sisi internal Golkar, buku ‘Dua Tahun Bersama Rakyat’ menjabarkan beragam kerja-kerja Arif Fathoni dalam merawat dan membesarkan partai dengan gaya kekinian. ‘Ber-Golkar Itu Asyik’ salah satu tagline yang sekarang sedang digaungkan DPD Partai Golkar Surabaya, untuk mengajak kalangan muda khususnya terlibat dalam proses demokrasi.
Tak heran, saat ini kader-kader Golkar banyak diisi kalangan milenial. Inovasi pun berlanjut lantaran kader-kader muda cukup familiar dengan teknologi, sehingga media sosial (medsos) pun kini menjadi media efektif untuk melakukan penguatan daya saing partai.
”Ini semacam transformasi Golkar menjadi partai modern. Dan ini tidak bisa dibendung,” katanya.
Thoni mengakui, dirinya banyak berkonsultasi dengan Ketua DPD Golkar Jatim, Muhammad Sarmuji (Cak Sar) dalam membuat terobosan berbagai program kekinian yang dikeluarkan DPD Golkar Surabaya.
“Dari situ banyak sekali masukan dan arahan yang cukup bagus dan kita implementasikan,’ katanya.
Soliditas ini, kata dia, membuat Partai Golkar terlihat smart dan cukup bersahabat. Menurutnya, ini menjadi modal Golkar meningkatkan kualitas kepartaian, dan menambah jumlah pemilih lantran dirinya juga memiliki target menjelang Pemilu 2024.
Thoni mematok, Golkar Surabaya harus mendapat 7 kursi di DPRD Surabaya. Untuk mencapai target tersebut, Thoni pun sudah merangkumnya dalam buku yang akan diterbitkan.
”Ini target yang sangat rasional, tentunya harus dibarengi ikhtiar dan doa,” ujarnya.
Selain berisi tugas dan kerja kepartaian, buku yang bakal hasil penjualannya akan disalurkan untuk sebuah yayasan yatim piatu di Surabaya ini, juga berisi tentang kilas balik perjalanan seorang Arif Fathoni mulai dari semasa dia kecil hingga menjadi seorang politisi.
Cerita perjalanan yang cukup menginspirasi anak-anak muda itu, dibalut dengan gaya bertutur, mengalir sehingga membuat pembaca larut dalam perjuangannya menata hidup agar lebih bermanfaat bagi masyarakat secara luas.
”Saya mengajak anak-anak muda agar jangan takut bermimpi, sesulit apapun kondisinya, kita harus berusaha,” katanya memberi motivasi. (BNW)