news

Marahi Pendamping PKH, Mensos Risma Menyesal

Senin, 4 Oktober 2021 | 11:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTGurbernur Gorontalo Rusli Habibie merasa tersinggung atas perilaku yang ditunjukkan Menteri Sosial, Tri Rismaharini kepada bawahannya yakni Pendamping PKH bernama Fajar Sidik Napu. Rusli menilai tindakan tersebut tidak patut dipertontonkan kepada masyarakat.

"saya menyayangkan sikap seorang menteri yang kurang patut dipertontonkan. Sangat tidak patut tindakan yang dilakukan oleh seorang Ibu menteri sosial datang dengan menunjuk-nunjuk pegawai rendahan," jelasnya kepada media, Minggu (03/10/2021).

Atas kasus ini, Rusli mengaku sudah menerima pesan pribadi dari Risma sebagai klarifikasi dan permohonan maaf. Gubernur Rusli mengundang Fajar di kediaman pribadinya di Kelurahan Moodu Kota Gorontalo, Minggu (3/10/2021) untuk sama-sama mendengarkan klarifikasi dari Risma.

Kasus tersebut dianggap selesai oleh Gurbernur. “Jadi sudah clean and clear, ini semata mata miskomunikasi. Jadi jangan digiring jadi opini politik. Tidak ada hubungan sama sekali" jelas Rusli dikutip dari resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Senin (4/10/2021).

Trubus Rahadiansyah sebut cara Risma tidak benar

Trubus Rahadiansyah

Berangkat dari persoalan-persoalan bansos seperti pola penyaluran, serta sinkronisasi data bansos dari pemerintah pusat dan daerah, Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah menyebut sebagai faktor Risma menjadi lebih sensitif.

"memang ada persoalan di pola penyaluran bansos seringkali tidak tepat sasaran, sering terlambat dan bahkan banyak yang disunat, ini yang menyebabkan Bu Risma sebagai pemimpin harus tegas. Melihat kondisi itu memang menimbulkan persoalan di emosi dan hal yang wajar," jelasnya

Trubus menilai sikap yang diambil Risma dalam merespon masalah adalah persoalan komuniakasi yang kurang baik. Menurutnya, tokoh politik maupun menteri harus memperhatikan kesantunan publik dalam menghadappi persoalan.

"harus menegakkan kesantunan publik dalam menyampaikan tugas pokok dan persoalan yang dihadapi, harusnya ketika ada masalah krusial harus diselesaikan secara internal," ujarnya.

Dengan sikap emosional Risma dianggap tak menyelesaikan masalah, pasalnya Trubus menyarankan Risma untuk meningkatkan kolaborasi dengan menginformasikan data secara matang yang akan dibahas dalam pertemuan.

"bu menterti tidak perlu harus turun ke lapangan, mungkin kolaborasi dan koordinasi perlu ditingkatkan," jelasnya.

Simak informasi menarik lainnya di youtube kami!

https://youtu.be/DhJb96l7J74

Tags

Terkini