Menurutnya, seorang yang merekam video memberikan narasi berlebihan hingga menggemparkan warganet. Terlalu sering, Jeni menganggap itu sebagai permainan bocah sekitar.
"Itu hanya permainan, ala bisa karena biasa. Itu anak naik busa (styrofoam) di sungai bukannya berangkat ke sekolah, tapi sepulang dari sekolah," kata Jeni, kepada wartawan, Kamis (23/09/2021).
Namun begitu, tentu membahayakan anak-anak jika memperhatikan kedalaman sungai dan jarak antara bantaran sungai yang mencapai 25 meter. Salah seorang warga memberi komentar bahwa hal itu dilakukan karena tidak ada transportasi lain.
“Kebanyakan anak naik perahu, ada juga yang naik kapal getek. Mungkin karena tidak ada transportasi lagi, sehingga naik styrofoam,” kata Dina, masyarakat sekitar.
Dari informasi yang dihimpun, sebagai penunjang aktrivitas biasanya warga sekitar dan anak-anak menggunakan perahu getek atau perahu kecil untuk alat transportasi menyebrangi sungai.
https://youtu.be/8bBy9AS6fIk