Dalam rangka perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan korban kekerasan, khususnya penyerangan tenaga kesehatan dan guru itu Kemen PPPA akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan baik psikolog, hukum, dan reintegrasi.
Baca Juga : Ke Kabupaten Kapuas, Imigrasi Palangka Raya Sosialisasi Eazy Passport
"Saya beserta jajaran Kemen PPPA, menyatakan duka cita sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan nakes Gabriella Meilani, serta hilangnya Gerald Sokoy yang telah mendedikasikan hidupnya melayani warga masyarakat pedalaman di Papua khususnya di Kabupaten Pengunungan Bintang,” ungkap Menteri Bintang kepada media, Senin (20/9/2021).
Baca Juga : Rapat Antisipasi Siber Crime Pada Kemenkumham di Lapas Kelas IIA Metro
Lebih lanjut Bintang menegaskan, negara wajib melindungi warga Papua agar bisa menjalani kehidupan dengan normal, bebas tanpa ada ketakutan kekerasan atau teror yang bisa menimpa siapapun. "Hukum harus ditegakan untuk menghentikan tindakan yang tidak berperikemanusian dan melanggar HAM," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, penyerangan dan penembakan nakes ini mengakibatkan sejumlah tenaga kesehatan terluka bahkan meninggal dunia. Beberapa korban selain mengalami luka juga mengaku alami trauma psikis.
Berdasarkan laporan dari Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Jumat 17 september 2021 pihaknya mengaku melakukan ini untuk melepaskan diri dari Indonesia. OPM mengaku siap mempertanggung jawabkan aksinya bahkan dibawa ke ranah hukum internasional jika memang terbukti bersalah.
Sebab Seby menjelaskan selama ini Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sudah sering mengabaikan hak asli orang papua untuk merdeka, dan membiarkan pemerintah Indonesia melakukan aksi brutal selama 59 tahun.
Simak informasi menarik lainnya di youtube kami !
https://youtu.be/X6Ii7xDrX9M