news

Anggaran Bansos di Surabaya 64 juta, BTT 30 miliar. Habiba: Ini Aneh

Kamis, 16 September 2021 | 19:24 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - DPRD Surabaya menggelar Paripurna terkait penjelasan perubahan APBD 2021 oleh Wali Kota Surabaya.


Paripurna dihadiri langsung oleh Wali kota Eri Cahyadi, sedangkan Wakil Wali kota Armuji hadir secara virtual membacakan pidato Wali kota dalam rangka pengantar nota keuangan atas perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun 2021.


Sementara, anggota DPRD yang hadir langsung sebanyak 8 orang dan yang mengikuti secara virtual sebanyak 27 orang.


Terkait pengantar ini, Wakil ketua Komisi A Camelia Habiba melihat ada beberapa hal yang menarik untuk dicermati.


Diantaranya, menurunnya sektor PAD di P-APBD kota Surabaya hingga kisaran 170 miliar.


Menurunnya PAD ini dari sektor pajak daerah seperti pajak hotel, pajak restoran, reklame dll, akibat dampak dari pandemi.


" Ini menunjukkan pemerintahan kota tidak percaya bahwa penanganan pandemi Covid ini tidak menurun, makanya proyeksinya diturunkan, " Ucap Habiba kepada Nawacitapost.com , Rabu 15 September 2021, di ruang Komisi A DPRD Surabaya.


" Padahal kalau kita percaya diri, penanganan Covid dengan biaya yang besar bisa menekan angka kasus kasus Covid di Surabaya, " Tambahnya.


Sehingga, masih katanya, jika level kasus Covid menurun, maka sektor ekonomi akan semakin meningkat.



Disektor yang lain, pajak yang dihasilkan dari masyarakat seperti PBB, BBHTP, dll, oleh pemkot dinaikkan.


" Pendapatan dari sektor pengusaha diturunkan, sedangkan dari sektor masyarakat malah dinaikkan, " Kata Habiba.


" Seakan akan pemerintah memanjakan pengusaha,  sebaliknya masyarakat malah ditekan, " Tegasnya.


Menurut Habiba, hal ini tidak sesuai program dari pemerintah pusat terkait pemulihan ekonomi dari sektor UMKM.


Anggaran UMKM yang dititipkan di kecamatan maupun OPD terkait, baik Dinas perdagangan atau Dinas Koperasi justru dikepras.

Halaman:

Tags

Terkini