Nias, NAWACITAPOST- Baru -baru ini Kepulauan Nias sempat dihebohkan dengan adanya seorang kakek tua yang telah puluhan tahun tinggal di dalam hutan.
Kakek bernama Sabarudi Gea (Ama Nibe) (69), warga Desa Fulolo Saloo, Kecamatan Sitoluori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara telah puluhan tahun hidup sebatang kara.
Dengan hidup prihatin, Ama Nibe ini tinggal dalam gubuk miliknya seluas dua kali dua meter dalam hutan, yang jauh dari pemukiman warga.
Namun, sangat memprihatinkan lagi, kakek tua ini telah lama ditinggal pergi keluarganya yang telah jauh merantau di luar daerah Pulau Nias. Sudah puluhan tahun , kakek tua ini belum pernah dikunjungi keluarganya.
Dengan hidup sebatang kara , kakek tua ini sangat merindukan keluarganya yang tidak kunjung datang. Meskipun sering sakit-sakitan kakek tua ini terus bertahan hidup di dalam hutan ini.
“Rasa rindu pasti ada sama keluarga, tapi mereka merantau di perusahaan di Riau, sudah sepuluh tahun,” keluh kakek Ama Nibe sambil menangis seperti dikutip Nawacitapost.com dari okezone.
Kesunyian dan kesepian dia jalanin selama puluhan tahun hidup di dalam hutan ini, hanya tinggal digubuk kecilnya itu Ama Nibe terus bertahan hidup.
Kakek Ama Nibe mencari nafkah di kebun miliknya untuk menyambung hidup hari ke hari. Namun dia masih bersyukur masih dapat bantuan sosial tunai sejak pandemi Covid-19.
Meskipun hidup prihatin dan hanya tinggal di dalam gubuk reot, tidak membuat patah semangat kakek tua ini dalam mencari nafkah dan memasak makanannya sendiri. Tanpa bergantung dari keluarganya yang sudah lama meninggalkannya.