news

Heboh ! Harga Tes PCR di India Cuma Rp 96 Ribu, Epidemiolog Sarankan Warga Pakai Antigen

Jumat, 13 Agustus 2021 | 10:58 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di India yang jadi sorotan warga Indonesia membuat pakar angkat bicara. Menurut epidemologi harga PCR yang terdapat di Indonesia memiliki beberapa faktor yang harus diperhatikan sehingga tidak bisa sembarang diturunkan.

Pakar epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan harga PCR itu lebih mahal. Seperti biaya pajak hingga biaya administrasi ketika dilakukan tes PCR di laboratorium hingga rumah sakit.

"Yang menentukan harga mahal itu sebetulnya pajak, biaya masuk, harga reagen dan lain sebagainya lah, ini yang tahu adalah pemerintah. Tapi yang global ya India paling murah, bahkan di harga terakhir itu di kisaran 5,5 dolar atau sekitar Rp 70 atau 80 ribuan. Dan ini kan terkait dengan kebijakan yang diambil pemerintah India itu mungkin peringanan pajak, peringanan biaya masuk dan sebagainya. Ini tentu bisa dilakukan untuk, karena sekali lagi tips pengendalian pandemi ini adalah testing, tracing, isolasi," tutur Dicky pada media, Kamis (12/08/2021)

Kemudian ia menjelaskan, disamping tes PCR Ia menyarankan untuk menggunakan tes swab antigen yang sesuai dengan rekomendasi WHO karena terbukti akurat dan harganya lebih ekonomis.

"Jadi sekarang jangan mempermasalahkan PCR mahal, tapi rapid test juga udah bisa kok. Banyak yang murah, murah banget, banyak yang akurat, yang terbaru, jangan yang lama-lama. Itu yang digunakan sekarang, dan itu juga sesuai rekomendasi WHO. Kalau PCR-nya nggak bisa turun-turun, ya udah untuk konfirmasi doang carilah rapid test antigen yang murah dan akurat, dan banyak sekarang," katanya

Terkini