news

Keren ! Tiga Puluh Warga Binaan Lapas Kupang Upgrade Wawasan Kebangsaan

Kamis, 12 Agustus 2021 | 10:03 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Tiga puluh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan, Selasa (10/08/2021). Kegiatan ini digelar menyongsong Hari Ulang Tahun Ke-76 RI sehingga WBP perlu diberikan penyegaran kembali tentang makna wawasan kebangsaan dan penerapan-penerapan dalam kehidupan di Lapas.

“Sosialisasi ini sangat berguna untuk membangkitkan semangat kebangsaan WBP, khususnya di dalam blok hunian, agar diperhatikan dan dilaksanakan sebagai makhluk sosial yang memiliki keberagaman, baik suku, budaya, ras, dan agama,” terang Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Maxi Aryon Adu.

Pada kempatan yang sama, Pembimbing Kemasyarakatan Muda dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nusa Tenggara Timur, Sony Tanan, selaku narasumber memaparkan pengertian dasar wawasan kebangsaan mengenai cara pandang bangsa Indonesia soal diri dan lingkungan. Wawasan kebangsaan itu mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dititk beratkan pada komponen persatuan dan kesatuan di tengah-tengah kemajemukan yang kita miliki.

Kemudian Sony menambahkan inti dari wawasan kebangsaan adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Ini semua telah menjadi komitmen pendiri bangsa bahwa saat Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, NKRI sudah berdiri sekalipun masih secara de jure. Dari sini, saya menyampaikan kepada saudara-saudara untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dan menghargai setiap pertumpahan darah para pahlawan guna memperoleh kemerdekaan bangsa kita,” jelas Sony.

Di akhir kegiatan, ia mengimbau kepada WBP untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dimulai dari lingkungan kecil tempat tinggal mereka saat ini. “Kalau kita tidak bersatu, bagaimana kita dapat hidup sampai saat ini karena persatuan dan kesatuan itu sendiri yang melandasi kita bisa hidup dan bersosialisasi sampai saat ini. Saya berharap saudara-saudara dapat terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan tempat saudara tinggal, yaitu di Lapas Kupang,” harap Sony.

(Kornelius Wau)

Terkini