news

Antisipasi Penularan, Lapas IIA Samarinda Siapkan Blok Khusus Isolasi Pasien Covid-19

Jumat, 9 Juli 2021 | 13:12 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kondisi pandemi yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia membuat seluruh stakeholder baik pemerintah pusat, provinsi, kota dan berbagai lembaga lainnya membatasi kegiatan demi menekan lonjakan kasus Covid-19.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda Moh Ilham Agung Setyawan salah satunya, Ia tidak henti untuk tegas menerapkan aturan dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di dalam Lapas. Bekerja sama dengan pegawai, Moh Ilham menyediakan ruang isolasi khusus bagi warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Lapas.

“Kami ada ruang isolasi khusus untuk mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kan tidak mungkin kita campur dalam satu blok, harus dipisahkan antara yang positif dan negatif,” ucapnya kepada media, Rabu (07/07/2021).

Lebih lengkap lagi, berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan di Kota Samarinda, Lapas Kelas IIA Samarinda menyediakan tiga dokter dan empat perawat untuk berjaga di klinik selama 24 jam.

“Dokter siap siaga jika ada keluhan dari warga binaan, mereka menyampaikan keluhan tersebut dengan rumah sakit rujukan Covid-19. Kalau tidak mengkhawatirkan, kami isolasi mandiri di blok khusus selama 14 hari,”

“Akan tetapi, jika rumah sakit rujukan misalnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie penuh, kita cari rumah sakit lain yang bisa menerima pasien,”  tambahnya.

Ruang isolasi khusus ini dipergunakan bagi warga binaan yang kondisinya dinilai cukup aman, kemudian untuk rujukan ke rumah sakit hanya diperuntukan bagi pasien kondisi dengan keluhan dan penyakit penyerta.

“Meskipun mereka dikeluarkan tetap ada penjaga yang mendampingi, jadi kalau sudah parah harus dibawa ke rumah sakit rujukan. Ini tindakan kita agar virus tidak menyebar ke warga binaan yang lain,” ungkapnya.

Ilham menerangkan kembali, mereka yang terkonfirmasi tanpa gejala dan masih bisa ditangani pihak Lapas akan diisolasi di blok khusus, karena penanganannya sama saja.

“Sebenarnya yang kita takutkan itu kan berkumpul, mengkhawatirkan kalau ada apa-apa. Sebenarnya tidak mudah memberikan kesadaran, namun alhamdulillah mereka menyadari peraturan kesehatan. Tapi bagaimana cara kita memperlakukan dan berkomunikasi baik dengan mereka,” tandasnya.  Follow us @NAWACITAPOST1

(Kornelius Wau)

Tags

Terkini