news

Lambatnya Penanganan Jenazah Covid, Pimpinan Dewan : Ini Membahayakan !

Jumat, 9 Juli 2021 | 10:27 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Lambatnya penanganan jenazah covid-19 harus menjadi perhatian serius untuk Pemkot Surabaya. Karena pada prinsipnya, semakin cepat masalah ini ditangani maka resiko penularan bisa diminimalisir. Hal ini disampaikan wakil ketua DPRD kota Surabaya, Laila Mufidah, sesaat setelah membantu keluarga jenasah Covid yang tidak mendapat penanganan selama sekitar 15 jam di rumah duka daerah kendangsari kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya.


Jenazah Covid, menurut Laila, sudah meninggal dari jam 05.00 pagi, sudah menghubungi 112 dan baru dijemput untuk dikebumikan pada jam 20.00, itupun sudah langsung diangkut dan tidak diapa-apakan lagi.


Fatalnya, dari keterlambatan itu seluruh keluarga dalam rumah tersebut terular dan beberapa sempat parah pernafasaannya, sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang serius.


" Selain kasihan, ini sangat membahayakan," katanya kepada Nawacitapost, Kamis (8/7/21) malam.


Dari kejadian tersebut, legislator PKB ini mecoba memberikan solusi. Untuk menghindari penumpukan jenazah yang jelas membahayakan, ada baiknya bila Pemerintah kota memberikan pelatihan khusus kepada para Modin dan pengurus RT/RW dalam hal penanganan jenazah covid. Tentunya dengan sistem protokol kesehatan yang super ketat.


" Hal ini memang sulit, tapi sudah dilakukan di Malang dan ini yang harus kita contoh untuk mencari solusi keterbatasan nakes (tenaga kesehatan, red) kita," ucapnya.


Untuk pemakaman-pun, apabila dimungkinkan bisa dilakukan di pemakaman wilayah masing-masing, tapi memang harus mendapat persetujuan dan pengamanan protokol kesehatan yang ketat pula.


" Ini juga sebagai solusi penumpukan jenazah Covid dan terbatasnya unit ambulance dinas sosial, " Terangnya.




Laila Mufidah, Wakil ketua DPRD kota Surabaya dari Fraksi PKB

Selain kecepatan penanganan jenazah, masalah vaksinasi massal juga sempat dikeluhkan masyarakat.


" Kebijakan pemkot Surabaya untuk menggelar Vaksinasi massal di GOR Tambaksari, menjadi polemik di masyarakat," ujar Laila.


Bisa dibayangkan, diawal masyarakat bisa dekat dengan lokasi vaksin yaitu di puskesmas, sekarang harus ke Tambaksari. Disitu, beban masyarakat jadi bertambah karena harus mengeluarkan biaya untuk datang ke lokasi vaksin. Apalagi yang terlihat, banyak pula dari mereka membawa anak kecil.


" Saya sempat miris melihat peserta vaksin yang rela datang ke lokasi membawa anaknya, meski rumahnya jauh," Katanya.


Masyarakat sudah mulai sadar, untuk itu pemerintah harus memberi kemudahan.


" Sebaiknya lokasi vaksin dikembalikan ketempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat, seperti di puskesmas dan balai-balai RW. Mudah-mudahan pemkot bisa mengevaluasi semua kebijakannya," Tukas Laila Mufidah. (BNW)

Tags

Terkini