news

Posisi Anak Dubes Dicopot, Wali Kota Medan Siap Lelang Jabatan

Kamis, 8 Juli 2021 | 11:35 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Wali Kota Medan Bobby Nasution berkordiasi dengan kementerian dalam negeri (Kemendagri) Tito Karnavian mengenai lelang jabatan untuk mengisi kekosongan posisi Camat Medan Maimun.

Pencopotan sementara Muhammad Yasir Rizka dari jabatan Camat Medan Maimun, diduga karena adanya penyalahgunaan jabatan dan beberapa pelanggaran lain. Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah menanggapi soal pencopotan tersebut.

"Yang pertama bahwa Camat, Lurah beserta jajarannya itu di bawah naungan Wali Kota. Tentunya ya aparatur sipil negara (ASN) ini kan sudah ada tupoksinya. Tentunya ketika ada sebuah kewenangan yang patut diduga menurut Wali Kota itu dianggap itu ada hal-hal yang disalahgunakan ataupun misalnya itu mungkin bagaimana apa yang diduga oleh Wali Kota ya sepanjang itu anak buahnya ya wajar saja dia memberi peringatan. Cara peringatannya itu ada macam-macam ada SP (surat peringatan), copot sementara, mutasi. Itu biasa saja ya," kata HT Bahrumsyah kepada media, Rabu (07/07/2021).

Sebagai informasi, pencopotan sementara Muhammad Yasir Rizka dari jabatan Camat Medan Maimun dilakukan secara profesional oleh Bobby Nasution.

Bahrumsyah menyebut ada suatu kejadian saat Bobby mencopot anak dari Dubes RI Maroko sebagai Camat Medan Maimun. Tindakan Bobby dinilai sebagai konsistensi dalam menyikapi masalah tanpa pandang bulu.

"Ya persoalan itu kebetulan saja itu anak Bang Hasrul. Itu kebetulan saja dan saya pikir biasa saja ya. Dan ini menunjukkan bahwa ini kan perkara konsistensi saja, bahwa Pak Wali ingin menunjukkan bahwa dia konsisten saja. Bukan persoalan ketika ini lurah atau camatnya bukan siapa-siapa boleh dilakukan suka-suka hati dan ketika ini anak siapa dia tidak boleh melakukan. Itu pastinya nggak akan konsisten kan," terang Bahrum.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, "Tapi dengan adanya begini menjadi sebuah catatan penting juga bagi aparatur di bawah lain supaya memang benar-benar bekerja dengan baik," ucapnya.

Bahrum menilai pemeriksaan harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku untuk umum dengan komitmen dan transparan.

"Ya saya pikir harus begitu ya. Ya harus ada dulu karena ini kan di bawah kepemimpinan Wali Kota baru tentunya ini ada sebuah mekanisme, ada sebuah tata cara yang itu berlaku untuk umum dan ada komitmen pakta integritas kepada bawahannya kan gitu," ujar Bahrum.

Selain itu, Bahrum berharap mengenai persoalan penyalahgunaan kewenangan dapat diproses segera oleh Inspektorat, dengan cara transparan tentunya.

"Dan ketika melakukan semua ini dan ini kan memang patut diduga. Saya pikir memang ya kita kan berbicara tentang persoalan kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu menyalahgunakan kewenangan, atau jabatan ini kan harus benar-benar dapat dibuktikan. Maka kita harap proses-proses yang dilakukan oleh inspektorat itu, itu memang bisa transparan. Jadi kan ini jangan sampai, ini kadang-kadang sulit juga kita buktikan itu kan. Kecuali ya ketangkap tangan," ujar Bahrum.

Bobby Nasution menyampaikan penyopotan ini baru dilakukan sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat.

"Statusnya sekarang masih kita berhentikan sementara, belum ada perubahan status karena memang kebutuhannya saya sampaikan kemarin untuk pemeriksaan di Inspektorat. Saya tanya kemarin Inspektorat belum keluar hasilnya. Jadi, sebelum keluar hasilnya, masih dalam tahap pemeriksaan. Statusnya masih sama," kata Bobby kepada media, di kantor Wali Kota Medan, Rabu (07/07/2021).

Soal status Yasir sebagai anak Dubes RI di Maroko Hasrul Azwar, Bobby berpendapat bawa dalam bekerja tidak ada penilaian kinerja di Pemko Medan berdasarkan keturunan, seluruhnya dilaksanakan atas dasar profesional.

"Beginilah, kinerja kita semua ada landasannya. Kita kerja ini ada landasannya. Ada patokannya, ada penilaian kerjanya. Saya rasa ya penilaian kerja itu kan nggak masuk ya siapa orang tuanya, siapa keluarganya. Jadi yang kita lihat landasannya, hanya landasan kerjanya saja," sebut Bobby.

Terakhir Dia mengungkapkan bahwa proses pencopotan sementara Yasir dilakukan dengan profesional, dan demi kebaikan warga kota Medan.

Terkini