Batam, NAWACITAPOST- Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, kembali menggelar vaksinasi Covid 19 pertama bagi Keluarga dewan dan Staf Sekretariat yang belum divaksin pada pelaksanaan vaksinasi sebelumnya, di Gedung Serbaguna DPRD, Selasa (29/06/2021).
Sebelumnya program vaksinasi covid 19 tahap pertama di DPRD kota Batam, pada hari Selasa, 25 Mei 2021 yang lalu, terdaftar sekitar 430 orang, namun yang hadir untuk divaksinsi berjumlah 173 orang.
Salah satu peserta mendaftar pada kegiatan vaksinasi di DPRD Kota Batam. (Foto: Antorius Zagoto)
Taufik, Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Sekretariat DPRD Kota Batam mengatakan, sasaran vaksinasi pertama, pada pelaksanaan kedua tersebut adalah para keluarga anggota DPRD dan kerabat yang tidak datang pada vaksinasi sebelumnya. “Hari ini kita melaksanakan vaksin bagi keluarga anggota DPRD serta staf sekretariat Dewan dan keluarga, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan,” katanya.
Menurut Taufik, target vaksinasi yang di sediakan sekitar 150 orang. “Kita sudah mendaftar kemarin, jumlah peserta yang kita terima sekitar 130 orang, dan dari kita menyiapkan 150 orang,” ucap Taufik.
Dia berharap dengan kegiatan vaksinasi tersebut, bisa membantu program pemerintah dalam memperluas jangkauan vaksinasi kepada masyarakat. “Kami berharap vaksinasi hari ini bisa mendukung program pemerintah, dalam rangka memperluas jangkauan vaksin bagi seluruh masyarakat kota Batam, semoga bisa menjaga kesehatan agar tidak terjangkit Covid 19, ujarnya.
Di lokasi, peserta vaksinasi yang hadir, tidak seluruhnya bisa divaksin, disebabkan ada beberapa peserta vaksinasi yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin, seperti penyakit bawaan.
Halawa, salah satu peserta vaksinasi, tidak bisa divaksin akibat tensi/tekanan darah tinggi yang dideritanya. “tadi saya dicek, tensi saya 280, jadi tim medis tidak mau memberikan vaksin,” katanya.
Dia juga menambahkan, selain dirinya, Istrinya juga tidak bisa divaksin karena tekanan darah yang melebihi batas normal untuk divaksin. “ Istri saya juga tidak jadi divaksin karena tensinya juga tinggi, padahal istri saya tidak ada riwayat darah tinggi, mungkin karena, istri saya minum kopi sebelum berangkat tadi,” ucap Halawa. (A.Zagoto)