Foto : Apel bersama
Dalam apel, Wali Kota Pekalongan menyampaikan bahwa ini merupakan ikhtiar Pemerintah Kota Pekalongan. “Kegiatan siang ini, ini salah satu upaya kita, ikhtiar untuk sesuai instruksi baik dari pusat maupun provinsi. Alhamdulillah kunjungan kemarin dari Pak Panglima, dari Pak Kapolri, Gubernur dan Kepala BNPB, semuanya walaupun Kota Pekalongan ini masih salah satu yang paling rendah di Jawa Tengah. Tapi jangan kita abai,” jelasnya.
-
“Terbukti dari kemarin kunjungan Panglima sampai hari ini, ada peningkatan. Nah itu ada peningkatan walaupun ada yang sembuh. Ini menandakan bahwa kita masih harus terus waspada. Kita lihat sendiri pantauan kita masih banyak warga yang belum menjalankan protokol kesehatan. Ini salah satu bentuk ikhtiar kita adalah penyemprotan disinfektan. Mudah – mudahan salah satu usaha bisa diridhoilah oleh Allah SWT,” imbuh Wali Kota.
-
Aaf juga menyampaikan harapannya terkait kasus Covid 19 di Kota Pekalongan agar semakin minim. “Mudah – mudahan semuanya harapannya Kota Pekalongan ya kasusnya semakin minim. Sekarang ini ada sekitar 116 yang aktif. Mudah – mudahan ini sudah ada yang terkonfirmasi sembuh juga. Update hari ini belum keluar. Mudah – mudahan update hari ini juga semakin berkurang karena infonya kemarin di Rumah Sakit Bendan pun sudah ada yang sembuh. Sudah ada yang negatif,” ungkapnya.
-
“Nah ini Alhamdulillah ini berarti masih kondusif Kota Pekalongan. Tetapi itu tadi, ingat kepada warga, bukan berarti kita akhirnya abai maupun melonggarkan protokol kesehatan. Kita masih pilah – pilah untuk kegiatan – kegiatan di masyarakat. Terutama kemarin ada info bahwa akan ada kunjungan ziarah yang dari Jawa Timur. Ini juga kita lakukan tes Swab dan penyekatan. Alhamdulillah semuanya masih kondusif dan tidak ada yang lolos. Masih fluktuatif, dalam arti ada yang sembuh, ada yang positif baru walaupun itu OTG,” tambah Aaf.
-
Aaf juga mengungkapkan bahwa klaster SMA Negeri 4 sudah selesai. Namun akan tetap semakin memperketat protokol kesehatan (prokes) “Alhamdulillah klaster SMA 4 sudah selesai. Sudah bisa kita katakan klaster SMA 4 itu sudah selesai. Karena tracking kita sudah ada yang sembuh juga. Terus tracking kita terhadap keluarga, tetangga itu semuanya sudah negatif. Dan Alhamdulillah itu bukan klaster pembelajaran tatap muka. Jadi semua murid – murid aman. Ini juga mudah - mudahan tidak mengganggu persiapan Kota Pekalongan untuk pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru ,” tandas Wali Kota. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bicara Pelemahan KPK Usai Novel Baswedan Tak Lolos, Mahfud MD Mau Jadi Presiden?