Jakarta, NAWACITAPOST - Memulai hari dari kota Bogor Jawa Barat, saya menikmati udara dan pemandangan asri dari sudut tengah kota Bogor. Pagi hari ini kota Bogor cukup cerah dengan nampak sedikit kendaraan lalu lalang terlihat dari sisi ujung Jembatan Merah, yang membuat jalanan juga terasa lengang. Dari sisi yang lain, beberapa meter dari Jembatan Merah terdapat beberapa penjual makanan yang memenuhi sisi jalan.
Berbicara kuliner dari kota Hujan ini seakan tidak ada habisnya, mulai dari makanan ringan, hingga makanan berat seperti Doclang. Doclang merupakan makanan kuno yang masih eksis hingga saat ini, berbahan dasar lontong atau pesor dalam Bahasa sunda Doclang memiliki banyak peminatnya.
Untuk diketahui, Doclang merupakan makanan tradisional khas Bogor, Jawa Barat. Komposisi utama doclang adalah lontong atau pesor. Biasanya Doclang terdiri dari lontong yang dibungkus dengan daun patat, dengan berbagai pelengkapnya seperti telur rebus, tahu goreng, kentang, kerupuk dan disirami sambal kacang.
Bahkan, makanan khas Bogor ini hampir mirip dengan gado-gado, hanya saja cita rasa dari sambal kacang Doclang cukup unik karena dipadukan dengan kecap cap Zebra yang merupakan kecap asli buatan Bogor, sehingga rasa manis dalam Doclang cukup dominan.
Selain itu, yang menjadikan makanan khas Bogor ini terbilang unik adalah lontong atau pesor dimasak dengan menggunakan daun patat. Daun Patat sering dijumpai di Bogor dan biasa digunakan oleh masyarakat Bogor sebagai pembungkus makanan, sebab teksturnya yang halus dan elastis sehingga lebih mudah untuk dijadikan pembungkus makanan, daun patat ini juga memiliki aroma khas.
Harga yang ditawarkan rata-rata untuk satu porsi Doclang ini sebesar Rp 12.000 lengkap dengan telur dan tahu goreng. Doclang kaya akan karbohidrat dan protein sehingga makanan ini sangat pasa untuk dinikmati saat pagi maupun sore hari. Sajian Doclang akan lebih nikmat lagi jika Doclang ditambah dengan bawang goreng dan sambal bagi yang menyukai cita rasa pedas.