news

Tenaga Guru Agama Kristen di Batam, Masih Minim

Sabtu, 5 Juni 2021 | 09:25 WIB
Batam, NAWACITAPOST- Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, menggelar rapat audiensi terkait penetapan formasi pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (P3K) tenaga guru di lingkungan Pemerintah Kota Batam Tahun 2021, Jumat, (04/06/2021)

Rapat audiensi yang digelar Komisi IV, mengundang Kadis Pendidikan Kota Batam, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Kepala BPKSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia), dan Ketua MGMP PAK (Musyawarah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen).

Andi Agung, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam. (Foto: Antorius Zagoto)

Pokok pembicaraan pada audiensi tersebut, terkait minimnya tenaga guru agama Kristen dengan formasi P3K dan tidak adanya formasinya pada penerimaan P3K tahun 2021.

Roly Aritonang, selaku perwakilan guru agama kristen mempertanyakan kepada Dinas Pendidikan terkait tidak adanya penerimaan tenaga guru agama Kristen dengan formasi P3K, padahal sangat dibutuhkan. “Kami mempertanyakan penerimaan di formasi ini, karena kosong untuk agama kristen tingkat SMP,” katanya.

Menurutnya, dari sekitar sembilan ribu murid sekota Batam, hanya ada 22 orang tenaga guru agam Kristen, ada yang honor dan PNS. Roli juga mengharapkan perhatian pemerintah kota Batam untuk bisa merekrut tenaga guru yang baru di jalur formasi P3K tersebut.

Andi Agung, Sekretaris Dinas Pendidikan mengatakan untuk menentukan atau pengajuan kebutuhan tenaga guru agama, bukan wewenang mereka. “Bukan tidak ada formasinya, kemarin hasil  rapat kordinasi memang kedepan Kemenag yang menentukan, coba kita perbaikilah kedepan,” ucapnya.

Aman, anggota Komisi IV, menyampaikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan anak didik, perlu ada analisa kebutuhan pengajar yang berbanding lurus dengan jumlah murid.  “Kita lihat dari perspektif NKRI, bahwa kita meski diperlakukan sama antara satu dengan yang lain, ketika dikalangan pendidikan, proses belajar mengajar harus berjalan dengan baik. Agar proses berjalan dengan baik yang menjadi prioritas adalah bagaimana peran guru. Harus berbanding lurus dengan jumlah guru dan murid. Saya ingin mengatakan, analisa kebutuhan guru itu betul-betul  menjadi bahan bagi kita,” jelas Aman. (Antorius Zagoto)

Tags

Terkini