Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Kunjungan Panglima TNI didampingi oleh jajaran TNI, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran dan Kepala BNPB Letjend Ganip Warsito. Yang mana juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Drs. Ahmad Luthfi dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto. Selain itu, juga diikuti oleh jajaran Forkopimda Kota Pekalongan dan Eks Karisidenan Pekalongan. Panglima TNI bersama rombongan itu pun berkeliling di Kota Pekalongan. Dia pun selalu mengingatkan ke jajaran Pemerintah Kota Pekalongan khususnya untuk lebih memperketat aturan pemakaian masker. Ada pula pentingnya kinerja PPKM mikro untuk penyajian data ke pimpinan dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dimaksimalkan.
-
“Melaksanakan tugas secara maksimal sesuai fungsi di posko PPKM mikro. Sehingga bisa menyajikan data kepada pimpinan yang dipimpin oleh Kadinkes. Dan dilaporkan secara berjenjang kepada Wali Kota atau Bupati. Terkait yang pertama adalah data kasus positif yang tentunya sudah melalui satu proses yaitu kontak erat, test swab dan termasuk test PCR. Dengan dilaksanakan di tingkat RT/RW dengan baik. Dan yang kedua, mampu menyajikan data terkait tingkat kesembuhan, tingkat kematian dan kondisi BOR yang ada di wilayah masing – masing. Baik itu BOR ICU maupun BOR isolasi. Semuanya disajikan dengan baik antara lapangan dengan kantor. Mulai dari hulu sampai hilir sama,” jelas Panglima TNI.
-
Marsekal Hadi Tjahjanto melihat bahwa situasi dan kondisi Kota Pekalongan cukup baik. Namun dia pun terus tak henti – hentinya mengingatkan untuk tetap menjaga angka rendah penularan Covid 19 yaitu patuh protokol kesehatan (prokes). “Sehingga kondisi Kota Pekalongan seperti yang kita lihat. Namun saya ingin mengingatkan. Tetap jaga. Jangan sampai situasi dan kondisi yang seperti ini akan turun karena kelengahan kita semuanya. PPKM skala mikro sudah kita laksanakan dengan baik. Satu lagi, apabila prokes bisa dilaksanakan di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dengan baik, saya yakin. Angka positif Covid turun. Apa itu? Kepatuhan masyarakat untuk menggunakan masker,” lanjutnya.
-
“Ingat. Walaupun kita sudah divaksin, namun kita harus tetap menggunakan masker. Karena penularan kemungkinan masih bisa terjadi. Dengan menggunakan masker, maka kita menyayangi anak kita, istri atau suami kita, tetangga kita. Karena apa? Saya menggunakan masker adalah dalam rangka melindungi mereka. Melindungi keluarga saya. Termasuk mereka yang menggunakan masker adalah melindungi saya. Sehingga menggunakan masker, saya melindungi saudara. Dan saudara melindungi saya. Sehingga tidak terjangkit Covid 19. Saya minta laksanakan tugas penegakan protokol kesehatan bagi masyarakat Kota pekalongan dan Kabupaten Pekalongan,” imbuh Marsekal Hadi Tjahjanto.
-
Panglima TNI ini pun menegaskan bahwa taat prokes bukan hanya saat adanya operasi saja. “Jangan operasi prokes ini, masyarakat hanya sebagai objek. Karena apa? Mereka takut ada petugas pakai masker. Tapi masyarakat harus menjadi subjek. Karena mereka memiliki kesadaran tinggi. Ada petugas atau tidak ada petugas, tetap menggunakan masker. Mari kita sama – sama melaksanakan tugas negara, tugas mulia ini dengan sebaik – baiknya. Mengajak seluruh masyarakat untuk patuh terhadap prokes. Karena untuk menyelamatkan umat manusia. Menyelamatkan rakyat pekalongan. Menyelamatkan rakyat kabupaten pekalongan. Supaya terhindar dari bahaya Covid,” tukasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Ayo Ikutan! Seminar UMKM FH UKI Bahas Hukum Umum dan Investasi di Indonesia