news

ECO ENZYME merupakan Langkah Efektif Mengatasi Masalah Sampah Organik maupun Anorganik.

Selasa, 1 Juni 2021 | 00:23 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Masalah sampah memang menjadi hal yang wajib kita pikirkan pemecahannya, karena menyangkut kehidupan anak cucu kita kedepan. Yang juga penting untuk dicarikan solusinya adalah isu global warming (pemanasan global, red) yang menyeruak seiring dengan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi yang disebabkan oleh Efek Rumah Kaca. Global warming juga bisa disebabkan gas metan yang dihasilkan akibat pembusukan alami sampah organik yang tidak dikelola dengan baik.


Mengulas tema "Eco enzyme - Sampah Dapur penyelamat bumi dan Kesehatan keluarga", Lions Club Surabaya Sejahtera menyelenggarakan Seminar Virtual sebagai bentuk kepedulian terhadap penyelamatan sekaligus pencegahan semakin parahnya isu global warming.


Bertempat di Tabs capsule hotel, Jumat 21 Mei 2021, seminar dipandu oleh Fera Dwi Helmina sebagi moderator dan beberapa narasumber yang ahli dibidangnya, diantaranya Joan Maria L. Mantiri S.Sn Bendahara Kesira Indonesia Raya Jatim juga Dr. Dian Masita Dewi SE.MM., Dosen Universitas Lambung Mangkurat.



President Lions Club Surabaya Sejahtera periode 2017-2018, Tatik Effendi, SH., dalam sambutannya mengajak para peserta untuk bersama-sama melakukan empat kebiasaan New Normal dengan Diet Plastik, antara lain :




  1. Biasakan membawa botol minum yang bisa dicuci dan dipakai berkali-kali

  2. Biasakan memakai sedotan stainless karena bisa dicuci dan dipakai lagi

  3. Biasakan memakai pembalut seperti masa lalu yaitu dengan menggunakan kain, karena bisa dicuci dan dipakai lagi.

  4. Dalam membeli makanan, biasakan membawa tempat sendiri, kotak makan atau rantang agar tidak menyisahkan sampah kertas ataupun plastik. Ini juga biasa disebut meminimalis sampah atau Gerakan nol sampah.


Sementara, Joan Maria L. Mantiri dalam paparannya mengulas terkait pemanfaatan sampah plastik dan botol menjadi kerajinan tas, bunga, packing buah, dll, sehingga mengandung nilai ekonomi sekaligus mengupayakan kelestariaan alam bumi yang indah ini.


" Kami memiliki tempat di gedung YMCA Jl. Kombes Pol M. Duryat, 9 Surabaya. Silahkan berkunjung ke tempat kami, jika ingin melihat atau belajar tentang pemanfaatan sampah plastik dan botol menjadi aneka kerajinan," tandas Joan mengakhiri paparannya.


Narasumber berikutnya adalah Dr. Dian Masita Dewi SE.MM., yang khusus membahas terkait bahaya global warming dan solusinya.


Salah satu penyebab global warming adalah banyak gas metan yang dihasilkan akibat pembusukan alami sampah organik yang tidak dikelola dengan baik. Dan solusi yang paling efektif, murah, cepat dan mudah dalam mengolah sampah organik adalah dengan menggunakan Eco enzyme.


Eco Enzyme adalah cairan hasil fermentasi selama 3 bulan dari 3 bahan sederhana yaitu Molase/gula merah asli ditambah aneka sampah organik segar (kulit buah dan sisa sayuran segar) dan air dengan komposisi 1 : 3 : 10.


Cairan Eco Enzyme ini juga memiliki sejuta manfaat sehingga tidak hanya mampu mengatasi masalah sampah organik di TPA, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti aneka produk kebutuhan keseharian kita diantaranya untuk sabun mandi, cairan pencuci muka, cairan pembersih gigi yaitu sebagai pasta gigi dan obat kumur. Sebagai cairan pengganti shampoo, pembersih lantai, cairan pembersih baju dan sebagai sabun cuci piring yang sangat baik dan sehat karena terbuat dari bahan organik.


Eco Enzyme juga dapat digunakan sebagai sarana pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) karena mampu digunakan untuk pertolongan luka bakar, gatal-gatal, luka potong, luka diabetes, jerawat dll


Selain itu, Eco Enzyme juga sangat efektif dalam membantu pertumbuhan tanaman, menyuburkan tanah, menjernihkan air, filter udara, bahkan dapat digunakan sebagai anti septik alami.


" Berdasarkan bukti manfaat eco enzyme tersebut, tentu tidak heran Eco Enzyme dapat membantu masyarakat dalam mengurangi atau meringankan biaya pengeluaran harian keluarga," terang Dr. Dian meyakinkan puluhan peserta seminar virtual tersebut.


Dalam proses pembuatannya, Eco Enzyme juga menghasilkan Ozon dan oksigen setara dengan yang dihasilkan oleh 10 pohon, sehingga sangat bermanfaat untuk mengurangi efek global warming.


Dr. Rosukon sebagai pencipta Formula Eco Enzyme tidak ingin mem-patenkan hasil temuannya yang ditelitu selama 30 tahun, karena penting bagi kita untuk mengetahui pembuatannya sehingga mencegah Eco Enzyme untuk diperjualbelikan.

Halaman:

Tags

Terkini