BACA JUGA: Disinyalir Pelabuhan Teluk Dalam Nias Selatan, Pintu Masuk Barang Tanpa Kantongi Izin
"Harapannya pemerintah dapat segera membangun fasilitas pendidikan yang telah dibakar agar anak-anak dapat mengenyam pendidikan kembali," kata salah satu masyarakat Kampung Mayuberi Yorina Waker, pada (19/05/2021). Dia juga mengaku masih mengamankan diri di Kampung Kimak. Dikarenakan takut kepada orang - orang yang mengganggu Kamtibmas di Kampung Mayuberi. Tak lain dengan membakar sekolah, perumahan dan fasilitas pemerintah serta rumah penduduk.
Foto : Trauma Healing
Sementara itu, Alpius Waker selaku Sekertaris Kampung mayuberi mengungkapkan. Bahwa dirinya berharap pemerintah segera bisa membangun fasilitas umum seperti sekolah dan lainnya. "Saya berharap kepada pemerintah terhadap fasilitas sekolah dan fasilitas umum yang telah dibakar. Agar segera dibangun kembali. Sehingga kegiatan di masyarakat kembali normal. Saya juga mengucapkan trimakasih kepada TNI/Polri yang utamanya kepada Binmas Noken," ucapnya.
-
Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M. Iqbal Al Qudussy menyebut. Ini sebagai upaya menghilangkan trauma khususnya anak - anak pasca kontak tembak TNI - Polri dengan Kelompok Teroris di Tagaloa, Wuloni dan Mayuberi minggu lalu. "Sekaligus sebagai upaya Soft Approach pendekatan kepada masyarakat di 3 distrik di Ilaga. Anak - anak begitu ceria dengan kehadiran kakak - kakak binmas Noken satgas Nemangkawi," tutupnya. (Dian Humas Polri/Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)