Dirinya pun berharap, proses pendaftaran para jamaah untuk mengikuti Sholat Ied menjadi sesuatu yang penting. Yakni agar setiap jamaah bisa melaksanakan ibadah dengan rasa aman.
"Jika ada jamaah yang belum terdaftar karena kapasitas masjid penuh, maka diharapkan dapat melaksanakan Sholat Ied di rumah saja," pintanya.
Khusus untuk tempat wisata, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa Forkopimda Jatim sudah menyepakati kapasitas maksimum saat Idul Fitri 1442 Hijriyah hanya 25 % saja.
"Kami sudah mendiskusikan dengan Pak Pangdam, Pak Kapolda bahwa kapasitas 25 persen saja untuk seluruh tempat wisata. Bisa dilihat dari jumlah tiket yang terjual dari jumlah total seluruh kapasitas," jelas Khofifah.
Nantinya, terang Khofifah, setelah kapasitas terpenuhi, pihak Polri akan melakukan penyekatan di titik-titik tertentu untuk putar kembali.
"Jadi kalau sudah nomor polisi L tidak bisa ke kota Batu, nanti akan dilakukan pemutaran kendaraan," jelas Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mengatakan, wisata merupakan satu paket dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Agar sinergitas antar Kepala Daerah dan seluruh elemen tetap terlaksana, dirinya meminta agar ada koordinasi di tingkat bawah.
"Begitu juga di tingkat desa, seperti Babinsa, Babinkamtibmas harus bersinergi untuk mengendalikan mobilitas masyarakat," terang Khofifah.(*)