Foto : Kalapas Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan dan Kasi Bimkemas Boy Guntur Sagara
“Kalau isu itu namanya asumsi atau praduga. Kami tidak pernah pungkiri kalau ada isu seperti itu. Yang pasti kami selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk semua orang dan termasuk negara ini. Saya mencoba merencanakan segala sesuatunya itu supaya lebih baik. Dalam artian, pemeriksaannya bisa lebih baik. Pelaksanaan tupoksi masing – masing unit kerja itu bisa lebih baik. Yang kita jaga adalah manusia. Yang menjaga juga manusia. Namun untuk penggeledahan rutin maupun insidentil, kami belum pernah menemukan narkoba didalam Lapas. Apabila ini ada, tentunya kami tidak akan tinggal diam,” ungkap Tonny.
BACA JUGA: SBY Diduga Terlibat Mega Skandal Century, KPK Dituntut Keadilan
Kalapas melanjutkan bahwa segala macam sistem dan penugasan selalu dimaksimalkan untuk mengabdi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) khususnya Lapas Kelas I Cipinang dibawah naungan Kantor Wilayah (Kanwil) DKI Jakarta. “Kalau rasio perbandingan itu sudah tidak dapat lagi kuotanya. Kapasitas isi hari ini 3644 orang narapidana. Yang sebenarnya itu hanya untuk 880 orang. Hampir 480 persen over kapasitas. Ini dijaga dengan regu penjagaan sebanyak 28 orang. Termasuk orang yang berdinas di pos, wasrik dan petugas pelayanan. Untuk menutupi personel yang kurang, kita menempatkan beberapa CCTV dan juga menggunakan IT. IT kita dimaksimalkan,” ungkapnya.
-
Adapun tujuan, kata Tonny, mengenai upaya pensterilan area untuk kegiatan di Lapas Kelas I Cipinang. Terlebih lagi untuk menghadapi pandemi Covid 19 agar tidak semakin melandai korban terpapar. Meskipun memang, selama ini belum ada korban meninggal dunia didalam Lapas ini akibat Covid 19. “Supaya barang – barang terlarang ke dalam itu sangat minim. Bahkan diupayakan tidak ada lagi. Orang yang masuk pintu 1 itu sudah steril. Makanya kami mohon maaf sampai sekarang masih menutup secara tatap muka dengan Warga Binaan. Saya harus menyelamatkan warga binaan kami. Supaya jangan sampai terpapar Covid dan tertular yang lain. Yang memang bisa melandai. Tapi melandainya hanya sedikit,” tukasnya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)