Baca Juga : Komitmen DPRD dan PemKab Nisel : Ranperda Menjadi Perda, Tertuang Dalam Prolegda 2020
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengkoordinasikan program Sanimas pada tahun 2021 kepada seluruh Camat dan Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Nisel lokasi sasaran program Sanimas serta upaya untuk menciptakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencapai kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
Dimana pada tahun 2021 ini, Pemkab Nisel melalui Dinas PU-PR mendapatkan bantuan program Sanimas yang total dana bakal dikucurkan sebesar Rp. 11,8 miliar yang berlokasi dari DAK Infrastruktur Bidang Sanitasi TA 2021.
Kiri ke Kanan ; Mewakili Bappeda, Asisten 1, Kadis PU-PR Nisel Erwinus Laia, Mewakili Dinas Kesehatan dan Camat Telukdalam Dionisius Wau
Program Sanimas ini di wilayah Nisel, dimulai dengan tahap pemetaan calon lokasi sampai ke tahap perencanaan hingga pelaksanaan di 17 Kecamatan dan 28 desa se-Kabupaten Nisel.
Agusman Halawa sebagai Kepala Bidang Tata Ruang dan Pembinaan Jasa Konstruksi dalam laporannya bahwa kegiatan ini adalah sosialisasi tingkat kabupaten untuk DAK Infrastruktur Sektor Sanitasi.
"Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dan tahun ini Kabupaten Nisel mengalami kenaikan anggaran, yang sebelumnya hanya berkisar Rp. 10,3 M, tapi tahun ini mencapai Rp. 11,8 M" ucap Agusman.
-
Penerima program sanitasi tahun 2021 ini sebanyak 28 Desa yang terdiri dari 17 Kecamatan se Kabupaten Nisel dan program terbagi dalam 2 kelompok, yaitu faktor stunting sekitar 16 Desa, dan faktor reguler sebanyak 12 Desa, lanjut Halawa.
Kepala Dinas PU-PR Nisel Erwinus Laia dalam pemaparannya mengatakan bahwa "program ini dilaksanakan dalam rangka pembangunan sistem penyediaan air limbah domestik berupa pembangunan tangki septik individu dan komunal serta peningkatan kualitas sarana sanitasi individual swadaya dari akses dasar menjadi akses layak di desa/kelurahan yang sudah terverifikasi Open Decation Free (ODF).
"Diharapkan kepada seluruh Camat,Kades serta tenaga Fasilitator agar dapat bekerjasama dengan baik sehingga program ini benar-benar dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima manfaat" ucap Erwinus.
Dirinya juga menegaskan kepada tenaga fasilitator lapangan agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan baik, apabila ada yang main-main tidak segan-segan akan memecat atau memberhentikan dari pekerjaan sebagai tenaga fasilitator lapangan, tegas Erwinus.
Lanjutnya dalam program ini sangat perlu kerjasama dan gotong royong antara pemerintah desa, pengurus, fasilitator dan masyarakat, karena program sanitasi ini pelaksanaannya bersifat kelompok. Tujuannya untuk menghindari permasalahan dalam melaksanakan program ini kedepan, papar Kadis.
Ia juga berharap supaya para kepala desa yang menerima program itu membentuk kelompok atau pengurus yang bisa bekerjasama agar bisa terhindar dari permasalahan dalam pelaksanaan dilapangan. Dimana salah satu tujuan program sanitasi itu untuk mencegah stunting dan meningkatkan indeks pertumbuhan manusia, dan ini merupakan visi misi pemerintah, imbuh Kadis
Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH, MH yang disampaikan oleh asisten I bidang pemerintahan, Gayus Duha dalam arahannya mengharapkan agar program sanitasi dapat dilaksanakan berdasarkan azas manfaat dan benar - benar dirasakan oleh elemen masyarakat banyak. Serta mari kita manfaatkan program ini, supaya stunting di Nias Selatan bisa teratasi, serta jelas penerima manfaatnya, baik administrasi maupun lahan yang akan digunakan kedepan tidak menjadi masalah tapi berguna bagi penerima manfaat.
Dihadiri Bupati Nisel yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Gayus Duha, S.Pd., Kadis PUPR Nias Selatan, Erwinus Laia, mewikili Kaban Bappeda, mewakili Kadis Kesehatan, Camat, dan para kepala desa penerima manfaat.
(Arisman Zalukhu)