BACA JUGA: Moeldoko Tuai Manis, AHY Tuai Pahit
Foto : Presiden Jokowi bersama istri Iriana, Kaesang Pangeran dan Felicia Tissue bersama Keluarga
Ibunda Felicia Tissue menilai bahwa Kaesang menghilang tanpa penjelasan soal hubungan dengan anaknya. Padahal menurutnya dan orang – orang terdekat, Felicia Tissue rela menemani Kaesang dari nol. Meski polemik ini telah berlarut cukup lama, nampaknya Meilia Lau masih tak terima dengan nasib sang putri. Dalam story Instagram, Meilia Lau membagikan sebuah unggahan dari seorang bernama Herry Tjahjono. Disitu disinggung soal sikap yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria apabila sudah tak lagi mencintai kekasihnya. Yang mana sebaiknya pihak pria bisa mengembalikan kekasihnya pada orang tuanya secara baik - baik.
-
Namun rupanya, Kaesang Pangarep pun angkat suara pada (10/03/2021). “Itu kan masalah pribadi tho, masalah pribadi ngapain diumbar - umbar, nggak etis. Aku sebenarnya sudah ngomong, untuk mengakhiri hubungan itu di pertengahan bulan Januari. Dan di waktu itu juga, aku juga dimaki-maki, tapi yo weslah aku diam aja," ujarnya. Lalu Paman Nadya, Firdaus Oiwobo yang mewakili keluarga menegaskan. Bahwa sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai keponakannya dengan Kaesang. "Bahwa ponakan kami ada beberapa kali lah diduga dibully oleh orang tua dari mantan pacar Dek Kaesang,” ungkapnya.
-
Lalu Komariah Aulia Wijaya di kolom pesan akun sosial media mengatakan. Bahwa dia tidak ingin pansos terkait kedekatan Nadya dan Kaesang. "Oww... Koment yg di FB itu... Memang benar kenyataannya seperti itu.. Akuh sepupu 1 Nadia dari bapaknya Nadia.. Dari Bima NTB. Terus yg klarifikasi sebagai paman Nadia itu memang benar paman dari ibuknya Nadia..yg tinggal dijakarta yg provesi sebagai pengacara. Kami tidak ingin pansos ini itulah gara2 dek Nadia sama mas Kaesang yg sekarang lagi tranding. Karna kemarin lusa akuh greget bangat ngebaca teman2 disosmed yang ngatain dek Nadia yang dibilang tanda kutiplah_!!" curhatnya. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Jokowi Bak Soekarno Memimpin, Banyak Negara Sinergi Kerjasama