Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf Upayakan Pembangunan Tepat Sasaran dengan Blue Print
Aaf menyampaikan bahwa memerlukan konsultan dalam pembangunan. “Kita perlu konsultannya. Supaya pembangunan – pembangunan ini bisa tepat sasaran. Jadi tidak setengah – setengah atau tidak hanya mengatasi satu atau dua. Sebab ini program yang multi years ya. Program yang berkelanjutan. Jadi kita mintanya walaupun dengan sesuai porsi anggaran kita yang sangat minim. Tetapi pembangunan itu bisa berjenjang dan meneruskan. Tidak mengatasi satu dua kelurahan saja, satu dua daerah saja,” terangnya.
BACA JUGA: Gubernur Jateng Ganjar Beri Sambutan Hangat ke Walikota Pekalongan dan Wakilnya
Aaf pun disinggung mengenai banjir di Kota Pekalongan yang kerap terjadi. Terlebih terjadi luapan sungai yang tak bisa diantisipasi akan datangnya banjir dan rob. Menurutnya adapun beberapa faktor yang perlu diperhatikan. “Ada 3 faktor sebetulnya. Yang pertama drainase kita, yang kedua memang normalisasi sungai dan yang ketiga pembangunan tanggul. Itu bisa diselesaikan melalui pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ternyata! Wali Kota Bekasi Pepen Pernah Jalani Pahitnya Hidup
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur, bagaimana drainase ini adalah tugas dari Kota Pekalongan. Bagaimana normalisasi sungai, karena itu kewenangan provinsi , itu adalah urusan provinsi yang nanti akan kita komunikasikan atau kita kejar terus Pak Gubernur. Dan bagaimana peninggian tanggul, pembangunan sumur pompa dan sebagainya itu adalah melalui anggaran pusat. Mudah – mudahan lah ini bisa bersinergi. Ini bisa berkoordinasi untuk sama – sama mengatasi permasalahan yang ada di Kota Pekalongan. Terutama banjir air hujan dan banjir air rob,” tutur Aaf.
-
Aaf pun menegaskan bahwa diperlukan sinergitas masyarakat yang sangat penting adanya. “Dan perilaku masyarakat sendiri itu sangat penting karena apapun tidak bisa hanya peran pemerintah. Tidak bisa hanya peran aparat, tidak bisa hanya pembangunan – pembangunan. Tapi tidak didukung dengan perilaku masyarakat tentang pembuangan sampah, tentang peduli lingkungan. Ayo kita gerakkan lagi gotong royong, kerja bakti dan sebagainya. Itu akan kita lakukan terus,” tandasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)